Pasokan Premium Dikurangi hingga 30 Persen

0
912
Bahan bakar: Sebagian pengendara sepeda motor beralih ke pertamax sejak kuota premium dibatasi oleh Pertamina.F-yendi /TANJUNGPINANG POS

BINTAN – KUOTA pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sudah dikurangi sebanyak 30 persen, dari pasokan normal, sejak Jumat lalu. Pasokan tersebut berlaku untuk 4 SPBU dan 3 APMS di Bintan.

Edi Mulyanto, Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Bintan mengatakan, berdasarkan surat dari BPH Migas tertanggal 11 April 2017, alokasi kuota untuk Kabupaten Bintan untuk jenis BBM tertentu/solar sebanyak 22.468 kiloliter per tahun, atau tidak ada perubahan.

Untuk jenis BBM khusus penugasan/bensin premium menjadi 23.728 kiloliter per tahun, atau dikurangi 30 persen dari jumlah sebelumnya. Sedangkan untuk BBM pertalite mulai diberlakukan di 4 SPBU dan 3 APMS, dengan jumlah pasokan per bulannya sebanyak 1.500 kiloliter per bulan.

Baca Juga :  Seratusan Perusahaan Swasta Ogah Laporkan Investasi

”Untuk jenis BBM premium memang ada pengurangan pasokan sebesar 30 persen. Ini dilakukan karena pertalite sudah mulai dipasarkan. Diharapkan masyarakat beralih ke pertalite yang lebih hemat dan ramah mesin kendaraan,” ungkap Edi Mulyanto, Selasa (16/5) kemarin.

Ia mengatakan, untuk BBM jenis premium tidak akan hilang di pasaran. Hal ini karena premium merupakan jenis BBM penugasan yang wajib ada. Hanya saja, jumlahnya berkurang dari sebelumnya.

Sementara itu, Alang, agen BBM untuk wilayah 8 kecamatan di Bintan mengatakan, pasokan premium memang kurang. Hal ini karena ada pengalihan penjualan ke pertalite.

”Perlahan dialihkan, untuk pertalite juga banyak kelebihannya dibandingkan premium, harganya pun hanya terpaut Rp 1.500 per liternya. Tetapi seperti apa jumlah pasokannya ke depan, kami belum dapat pastikan. Namun untuk kuota pertalite tidak terbatas,” sebutnya.

Baca Juga :  Setahun, Pemkab dan Dewan Belanjakan Rp1,327 T

Terpisah, Hendro Priyantono, masyarakat Tanjunguban mengharapkan agar pemerintah atau pihak terkait lebih menyosialiasikan penggunaan pertalite, terutama untuk kalangan pedagang minyak eceran di pedagang kecil.

Saat ini saja harga premium perbotol air mineral ukuran 1,5 liter seharga Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu. Jika harus menjual pertalite, pasti akan lebih mahal lagi. Artinya, kebijakannya harus banyak melihat kondisi di lapangan.

”Jangan sampai masyarakat kecil paling terkena imbasnya dari peralihan ini. Sekarang ini, di SPBU banyak yang kosong penjualan premium, menyusahkan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Dalmasri: Kuota Pupuk Bersubsidi Bintan Tak Dipenuhi

Kepala DKUPP Ir Dian Nusa melalui PPNS Setia Kurniawan kembali menjelaskan, harga premium saat ini Rp 6.450 per liter.

Pemerintah pusat tidak lagi memberikan subsidi terhadap premium. Sewaktu-waktu harga premium bisa berubah, tergantung pasaran dunia. Sedangkan pertalite dijual Rp 7.900 per liter.

”Kualitas pertalite lebih bagus dibandingkan premium, untuk pemakaian kendaraan. Pertalite maupun premium, kan tidak disubsidi lagi, sama dengan pertamax,” jelasnya. (AAN – YENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here