Password Siswa Dititip di Sekolah Asal

0
610
SISWA Kelas III SMPN 12 Tanjungpinang yang tamat tahun ini menyalami guru dan kepala sekolahnya, baru-baru ini. F-martunas/tanjungpinang pos

Khusus PPDB Online SMA Sederajat di Tanjungpinang dan Batam

Dinas Pendidikan Pemprov Kepri sedang menyiapkan pasword dan user name bagi siswa lulusan SMP-MTs yang hendak mendaftar sekolah ke SMA sederajat secara online. Pasword dan user name ini akan dititip di sekolah asal.

TANJUNGPINANG – KEPALA Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemprov Kepri, Drs. Atmadinata M.Pd mengatakan, di Kepri baru Tanjungpinang yang sudah siap menyelenggarakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online.

Rencananya, Batam akan menyusul dan sekarang ini sedang dipersiapkan perangkatnya. Jika memungkinkan, maka pada PPDB tahun ajaran 2018/2019 ini, Batam akan ikut menyelenggarakan PPDB secara online.

PPDB akan dimulai, 28 Juni hingga 4 Juli mendatang secara serentak di Kepri. Untuk Tanjungpinang, siswa yang hendak mendaftar SMA/SMK cukup dari rumah saja menggunakan smartphone atau di warnet.

”Tapi siswa harus jemput dulu user name dan pasword masing-masing ke sekolah asal. Setiap siswa beda-beda pasword dan user name-nya. Kita sedang siapkan. Nanti akan kita beritahukan kapan bisa dijemput ke sekolah asal masing-masing,” ujar Atmadinata kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Kamis (7/6).

Dijelaskannya, untuk sekolah yang sudah menerapkan PPDB secara online, maka orangtua siswa tidak perlu lagi harus bangun subuh untuk mengambil nomor antre di sekolah. ”Rata-rata warga sudah memiliki smartphone. Jadi sudah bisa mendaftar dari rumah. Kalau yang belum punya, bisa ke warnet sebentar atau ke lokasi santai yang ada wifi,” ungkapnya lagi.

PPDB secara online, kata Atma, memberi banyak keuntungan bagi siswa dan orangtua. Mereka tidak perlu harus antre dan berpanas-panasan atau kena hujan ke sekolah tujuan untuk mendaftarkan anaknya.

Apabila orangtuanya pekerja atau sibuk, bisa memanfaatkan waktu istirahat untuk mendaftarkan anaknya dan tak perlu datang ke sekolah. Kemudian, pendaftaran secara online ini sudah diatur sistem, sehingga orangtua bisa dengan mudah mengetahui apakah anaknya diterima di sekolah A atau tidak.

Satu siswa bisa mendaftar ke tiga sekolah. Apabila siswa yang bersangkutan sudah diterima di sekolah pilihan pertama, maka dengan sendirinya sistem tidak akan menerimanya lagi di sekolah B atau sekolah pilihan kedua dan sekolah C pilihan ketiga.

Atmadinata mencontohkan, seorang siswa mendaftar di SMAN 3 dan SMAN 5 Tanjungpinang dengan pilihan pertama SMAN 3. Apabila SMAN 3 menerima 250 siswa, dan pendaftar 250 orang, maka semua akan diterima.

Apabila ada siswa yang mau mendaftar lagi, sistem menolak. Siswa yang mendaftar di SMAN 3 dan sudah diterima, maka namanya di SMAN 5 dengan sendirinya ditolak sistem. ”Bisa saya pastikan, tidak ada pembohongan dan satu siswa tidak akan mungkin diterima di dua sekolah yang berbeda. Seperti itulah sistem itu diprogram,” bebernya lagi.

Adapun jumlah SMP-MTs di Kepri yakni, Kota Tanjungpinang 26 SMP dan 2 MTs. Batam, 114 SMP dan 20 MTs. Bintan 23 SMP dan 9 MTs. Karimun 44 SMP dan 10 MTs. Natuna 20 SMP dan 11 MTs. Lingga 35 SMP dan 3 Mts. Anambas 25 SMP dan 4 MTs. Adapun total SMP se-Kepri 342 unit dan MTs 62 unit. Jumlah siswa SMP-MTs se-Kepri yang akan mendaftar ke SMA/SMK/MAN/SLB adalah 29.266 orang. Tanjungpinang 3.598 siswa. Batam 15.418. Bintan 2.532 siswa. Karimun 3.986 siswa. Natuna 1.536 siswa. Lingga 1.376 siswa. Anambas 820 siswa.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here