Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Bentuk Satgas

0
400
Wakapolres Anambas M Rafizal Amin memimpin rapat pembentukan Satgas Bansos, Rabu (6/2). F-Indra gunawan/Tanjungpinang pos

ANAMBAS – Penyaluran bantuan sosial (Baksos) harus tepat sasaran dan jelas peruntukannya. Mengawasi hal tersebut,

Polres Kabupaten Kepulauan Anambas membentuk Satuan Tugas Bantuan Sosial (Satgas Bansos).

Berbagai pihak diundang duduk bersama membahas Satgas Bansos tersebut. Dilaksanakan di ruang rapat utama Polres Anambas, Rabu (6/2).

Disepakati Wakapolres Anambas, M Rafizal Amin selaku Ketua Satgas Baksos.

Ia mengatakan, bahwa pemberian bansos bertujuan membantu masyarakat. Jangan sampai disalah gunakan yang berujung pada kasus hukum.

Sesuai data yang diterima dari Pemda, ada 629 Kartu Keluarga (KK) di 2019 yang akan menerima Bansos.

M Rafizal mengingatkan agar proses penyalurannya pun tidak boleh semberangan, harus mengikuti aturan dan ketentuan yang ditetapkan.

“Jangan sembarangan apalagi sampai salah peruntukannya,” kata M Rafizal Amin usai rapat bersama.

Dituturkannya, melalui Satgas Bansos ini, pihaknya memiliki kewajiban mengingatkan dan mengawasi sistem penyaluran dan memastikan penerima merupakan yang berhak.

“Kami berharap bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran yang diterima masyarakat tidak mampu,” ucapnya.

“Intinya penyaluran bansos itu jangan sampai diselewengkan,” tegasnya kembali.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Anambas, Odi Karyadi mengatakan, pemberian bantuan kepada penerima dilakukan secara non tunai.

Tujuannya, yaitu memutuskan birokrasi yang panjang dan komunikasi terhadap oknum yang mengambil kesempatan.

Ia menuturkan, empat jenis bantuan dari Kemensos. Diantaranya, bantuan beras sejahtera (Rastra), bantuan penyandang disabilitas berat, bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Lansia , bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Dituturkannya, bantuan Rastra bagi keluarga tidak mampu tidak berbentuk beras lagi, melainkan dana yang ditransfer ke rekening penerima. Dari dana itu bisa digunakan untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainya.

Beberapa daerah di Kepri sudah menerapkan yaitu Batam dan Tanjungpinang.

Ditambahkannya, dari Kemensos ada lima orang yang diberikan sebagai pendamping pelaksanaan.

Mereka bertugas membantu Kemensos dan Pemda Anambas melakukan validasi data dan terkoneksi ke Provinsi Kepri.

Untuk diketahui tim yang membantu M Rafizal Amin selaku Kasatgas yaitu Kabagren selaku Kepala Anev, Kasat Reskrim selaku Kasatgas Gakkum, Kasat Intelkam bertugas Kasatgas Pendataan, Kasat Binmas selaku Kasatgas Sosialisasi dan Kasi Humas selaku Kasatgas Media, Dinas Sosial dan Pendamping dari Kemensos. (ign)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here