Pastikan Tak Membeli Hewan Kurban Sakit

0
273
TIM kesehatan hewan mengecek hewan kurban, di kandang petani lokal, baru-baru ini. f-istimewa

BINTAN – Pembeli hewan kurban, harus memastikan hewan yang dibeli sehat dan aman saat dikonsumsi. Hal ini dapat dilihat dari berbagai ciri. Kemudian juga tim kesehatan hewan juga terus meningkatkan pengawasan

Tim kesehatan hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan, menjelang Idul Adha ini, semakin meningkatkan upaya pengawasan kesehatan hewan kurban. Tetapi mengingat keterbatasan petugas, upaya pengawasan diintensifkan terutama di 8 kecamatan. Yakni Kecamatan Bintan Pesisir, Bintan Timur, Bintan Utara, Toapaya, Gunung Kijang, Seri Kuala Lobam, Teluk Bintan dan Teluk Sebong.

Baca Juga :  Belajar di rumah, Siswa Baru Pakai Seragam Sekolah

Khairul, Kepala DKPP Bintan melalui drh Iwan Berri Prima Kepala Seksi Kesehatan Hewan mengatakan, pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan gejala klinis setiap individu hewan, sebagai stok hewan kurban.

Jika ditemukan kasus sakit, diobati dan jika prognosanya fausta (seperti kasus kecacingan yang tidak parah), hewan kurban masih bisa sembuh dan bisa dijadikan stok hewan kurban. Akan tetapi, jika prognosanya dubius hingga infausta, seperti harus dilakukan pengobatan menggunakan obat antibiotik, maka hewan ini tidak disarankan uuntuk dijadikan sebagai hewan kurban.

Baca Juga :  Belasan Kapal Bantuan Pemerintah Telantar

”Kalau hewan yangsedang diobati dengan antibiotik, tidak diperbolehkan dikonsumsi masyarakat. Karena efeknya cukup berbahaya bagi kesehatan manusia. Seperti kejadian resisten antibiotik. Oleh sebab itu, pilihlah hewan kurban yang telah diperiksa oleh dokter hewan,” jelasnya.

Ia menerangkan, tanda-tanda hewan kurban yang sehat adalah mata cerah dan tidak belekan, bulu bersih tidak kusam, cermin hidung basah dan bersih, tidak kurus, kotoran normal atau tidak diare, nafsu makan baik dan gerakan lincah.

”Kalau kriteria hewan kurban dikatakan tidak cacat adalah testis utuh dan ada sepasang, daun telinga utuh, tanduk tidak patah, tidak buta dan kaki tidak pincang,” terangnya. (aan/fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here