Patroli, TNI-AU Turunkan 5 Jet Tempur

0
379
DANLANUD RHF Elistar Silaen (dua dari kanan) bersama Arwani, Asri Efendi dan Reza Sapta N di Lanud RHF. F-adly bara hanani/tanjungpinang pos

Di Perbatasan, Udara dan Perairan Kepri Rawan Pelanggaran

Karena selalu ada kerawanan pelanggaran wilayah udara serta laut di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, jajaran Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) I TNI Angkatan Udara menggelar operasi patroli rutin pengamanan ALKI I yang dimulai, Selasa (19/2) lalu.

TANJUNGPINANG – Patroli tersebut berakhir, Jumat (23/2) pekan lalu dengan menurunkan 5 jet tempur jenis Hawk 100/200. Jet tempur tersebut berasal dari Skadron 12 Macan Hitam (Black Panther) yang berada di Lanud Roesmin Noerjadin (Rsn) Pekanbaru.

Dalam hal ini, Lanud Raha Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang turut mendukung Operasi Patroli ALKI I ini karena sama-sama berada di lingkup Koopsau I.

PERSONEL Ground Crew Skadron Udara 12 Black Panther ketika mengisi bahan bakar jet tempur latih Hawk 209 di Lanud RHF Tanjungpinang dalam misi Operasi Patroli Pengamanan ALKI I belum lama ini. F-ADLY HANANI/TANJUNGPINANG POS

Lanud RHF menyiapkan Crash Team, penyediaan bahan bakar (Fuel) dan kebutuhan kru maupun pilot, tim pertahanan pangkalan serta tim
Forcedown yang akan digunakan sewaktu-waktu jika terdapat situasi kritis.

Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah, Kolonel Pnb Elistar Silaen, S.T., mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin dalam mengamankan wilayah ALKI I dengan sasaran adalah pengamanan wilayah udara maupun laut dari segala bentuk pelanggaran yang terjadi, baik terhadap pesawat asing yang melintas wilayah NKRI tanpa izin.

Sehingga, pihaknya siap untuk melakukan penindakan dengan cara Intercept untuk pengusiran atau bahkan dipaksa untuk Forcedown.

”Operasi ini sebenarnya bersifat fleksibel. Jadi tidak dibatasi mulai dari tanggal berapa sampai berapa. Ini adalah operasi rutin yang kita laksanakan, dan selama diperlukan akan dilakukan patroli untuk memonitor, mengamankan penerbangan-penerbangan yang berada di ALKI 1,” tegas Kolonel Pnb Elistar Silaen, Selasa (19/2).

Komandan Wing 6 Lanud Rsn Kolonel Pnb Muhammad Arwani, S.E turut serta pada operasi tersebut.

Melalui Komandan Skadron Udara (Danron) 12 Black Panther Lanud Rsn Pekanbaru, Riau Letkol Pnb Asri Efendi “Flogger” Rangkuti menambahkan, Operasi Patroli ALKI I ini telah terjadwal setiap tahunnya. Selain itu, operasi di wilayah ALKI I diperlukan karena berbatasan dengan negara tetangga. Wilayah perbatasan, menurut Letkol Pnb Asri Efendi, berpotensi terjadi pelanggaran yang dilakukan pesawat maupun kapal asing.

Sebagai matra yang bertanggungjawab untuk mengamankan wilayah udara NKRI, lanjut Letkol Pnb Asri Efendi, maka TNI Angkatan Udara setiap tahunnya melaksanakan misi patroli.

”Sebab, setiap tahunnya masih terdapat adanya pelanggaran wilayah udara. Seperti yang sudah-sudah, kami pernah berpatroli di Kepulauan Riau tahun 2015 lalu. Kita mengidentifikasi adanya pelanggaran wilayah udara dari negara tetangga Singapura. Berdasarkan temuan kita, ada jet tempur angkatan udara negara itu jenis F-5 Tiger sedang pelaksanakan latihan,” terang Letkol Pnb Asri Efendi, yang turut memiloti jet tempur Hawk MK109 yang singgah di Bandara RHF Tanjungpinang, Jumat (23/2) pekan lalu.

Bulan Januari lalu, pesawat Ethiopia Cargo jenis Boeing 777F/ET-AVN dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam Senin (14/1). Pesawat itu dipaksa mendarat karena melanggar wilayah udara Indonesia tanpa dilengkapi Flight Clearance (FC).

Pemaksaan mendarat pesawat asing tersebut berawal dari laporan Kosekhanudnas III Kota Medan.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here