Patung Soekarno Dibangun di Natuna

0
686
PEGAWAI BPP Natuna rapat pembahasan pembangunan patung Soekarno di Pantai Kencana, Senin (19/3).f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Rakyat Sebut, Pernah Menjelajah Pulau Tiga

Pemerintah pusat telah memberi perhatian besar ke daerah-daerah perbatasan. Selain membangun infrastruktur, juga akan dibangun monumen atau tugu Presiden pertama RI, Ir Soekarno.

NATUNA – NATUNA sebagai salah satu daerah perbatasan di Indonesia dengan negara asing juga kebagian pembangunan monumen/patung Soekarno tahun 2018 ini.

Pemerintah Pusat menggelontorkan dana Rp 7 miliar untuk membangun patung Soekarno di kawasan Pantai Kencana, Ranai, Natuna. Rencananya akan dibangun di samping salah satu patung pahlawan yang sudah ada di sana.

Patung Presiden pertama Republik Indonesia itu akan dibangun seapik mungkin dengan konsep dan desain yang sudah dikemas oleh pemerintah pusat. ”Lelangnya juga di pusat. Kita hanya mendampingi,” ujar Marka Dj, Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Pemkab Natuna kepada awak media, Senin (19/3).

Baca Juga :  Ada Waktu, Ansar Ahmad Mengajarkan Pembuatan Sanitizer di Panti Asuhan

Pastinya, kata Marka, patung itu akan menjadi ikon baru di Kota Ranai tepatnya di Pantai Kencana. ”Sisi manfaatnya jelas ada. Setidaknya anak didik dapat melihat wajah Bung Karno meskipun dalam wujud patung. Saya yakin ketika sudah selesai dibangun, akan menjadi pusat kunjungan warga untuk berswafoto,” ungkapnya.

Secara teknis, Marka belum mengetahui kapan kegiatan tersebut dilaksanakan. Sesuai informasi dari BPP Pusat, tahun ini akan dilaksanakan pembangunan patung Soekarno dengan pagu anggaran Rp 7 M. ”Pada prinsipnya kita menyambut baik rencana itu. Tinggal kita tentukan titik lokasinya supaya pas dan enak dipandang,” tutupnya.

Bahkan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Natuna pernah mengadakan festival menyelam (Diving Festival) di titik bangkai kapal karam di Natuna, KM. Djadajat.

Kapal ini cukup terkenal karena pernah digunakan Soekarno dalam ekspedisi nusantara pada tahun 1958. Hingga tahun 1980, KM Djadajat masih digunakan sebagai kapal perintis oleh Kementerian Perhubungan hingga karam saat menabrak karang ketika melintasi perairan Natuna.

Baca Juga :  Hanya Empat Siswa Mendaftar

Bangkai KM. Djadajat berada di antara Selat Lampa dan Pulau Tiga. Karena pernah digunakan Soekarno,warga kerap menyebutnya dengan kapal Soekarno.
Salah satu warga Pulau Laut Natuna mengatakan, Soekarno semasa hidupnya pernah menjelajah nusantara dan sampai di Pulau Laut Natuna. ”Pernah datang ke Pulau Laut,” ujar tokoh warga Pulau Laut via ponselnya seraya minta namanya tidak dikorankan, kemarin.

Ia pun merasa bangga Natuna kebagian program pusat tersebut. Sehingga menjadi pelajaran bagi anak-anak di masa depan, bahwa Presiden pertama republik ini juga mengunjungi daerah mereka yang jauh itu.

Baca Juga :  HM Soerya Salurkan Sembako ke Panti Jompo

Tahun 2018 ini, pusat akan membangun patung Soekarno di lima daerah di Indonesia yang termasuk dalam kawasan perbatasan negara.

Ada pun beberapa yang kemungkinan besar dapat alokasi pembangunan patung Soekarno yakni, Kota Medan di Kawasan Lampu Satu, Belawan. Kabupaten Natuna di Taman Pantai Kencana dan Simpang Bukit Arai.Kabupaten Berau di Pelabuhan Maratua. Kabupaten Kepulauan Sangihe di Puncak Lose dan Marore serta Kabupaten Kepulauan Talaud di Desa Damau (Pulau Kabaruan) dan Pulau Sara’a Besar.

BNPP mengundang sejumlah daerah yang termasuk dalam wilayah perbatasan negara untuk turut bersinergi membangun patung tokoh kemerdekaan Soekarno.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here