Pawai Budaya Meriahkan HJB Ke-188

0
966
Pawai budaya: Wawako Amsakar Achmad menyambut rombongan pawai budaya.F-istimewa

BATAM – Masyarakat Kota Batam tumpah ruah memadati Dataran Engku Putri, Senin (18/12). Warga antusias menyaksikan pawai budaya nusantara sempena Hari Jadi Batam (HJB) ke-188 yang diikuti oleh beragam suku yang ada di Kota Batam. Iring-iringan peserta pawai dimulai dari depan Hotel Lovina Inn menuju Dataran Engku Putri.

Sebelum Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin basirun, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo beserta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi dan Kota Batam dan pimpinan OPD di lingkungan Pemko Batam mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi Batam ke-188. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun.

Dalam pembacaan sejarah singkat HJB yang dibacakan oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Zainal Abidin, dijelaskan Raja Isa Ibni Raja Ali Marhum Pulau Bayan yang Dipertuan Muda V (Nong Isa) adalah putra dari Raja Ali Marhum Pulau Bayan yang Dipertuan Muda V, mempunyai dua orang istri, salah satunya Raja Wok Ibni Raja Abdullah.

Baca Juga :  Ketika Kreativitas BTN Menjawab Millenial

Dari kedua istri tersebut di anugerahi empat orang putra diberi nama Raja Yakub, Raja Idris, Raja Daud yang bermastautin di Hulu Sungai Nongsa dan Raja Husen yang berhijrah dan Mangkat ke Pulau Penyengat.

Dalam literatur sejarah, Raja Isa Ibni Raja Ali Marhum Pulau Bayan yang Dipertuan Muda V memegang perintah atas Nongsa dan Rantaunya selama lima tahun yang dikeluarkan oleh Komisaris General sekaligus Residen Riau atas nama Sultan Abdul Rahman Syah (1812-1832) dan yang Dipertuan Muda Riau VI Raja Jakfar (1808-1832) pada tanggal 22 Jumadil Akhir 1245 H bertepatan dengan hari Jumat, 18 Desember 1829 M.

Baca Juga :  Disbudpar Dorong Hotel Ciptakan Acara Menarik

Adapun Raja Isa Ibni Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda V Mangkat di hulu Sungai Nongsa pada tahun 1831 M. Peristiwa sejarah tersebut melalui berbagai seminar telah disepakati oleh sejarawan, akedemisi, tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya sebagai tonggak sejarah bermulanya Batam. 18 Desember sebagai Hari Jadi Kota Batam selanjutnya dikukuhkan dalam Perda Nomor.4 Tahun 2009.

Adapun tema HJB Batam ke-188 “Dengan semangat HJB ke-188 kita wujudkan pemerintahan yang mengayomi dalam menata kota demi mewujudkan Kota Batam sebagai bumi melayu yang maju dan bermartabat”.

Usai pelaksanaan upacara acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa jaminan asuransi ketenagakerjaan merupakan CSR Bank Riau Kepri dan BPJS Ketenagakerjaan kepada 5.000 masyarakat Batam. Bantuan diserahkan kepada mubaligh, pendeta, guru, RT dan RW di kawasan hinterland termasuk juru parkir di Kota Batam.

Baca Juga :  Jalan Dilebarkan, PAD Berkurang

Bantuan lain asuransi yang diberikan kepada 2000 orang nelayan, bantuan komputer dan penyerahan santunan untuk 1000 anak yatim di Sembilan kecamatan dari Sembilan panti.

Menyambut iring-iringan peserta pawai budaya, Gubernur, Wali Kota beserta tamu undangan menuju panggung utama. Menuju panggung utama, rombongan disambut dengan tarian persembahan dari paguyuban Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para undangan dan masyarakat yang menanti rombongan pawai budaya dihibur dengan penampilan group band dari Batalyon Infanteri (Yonif) Marinir/Satria Bumi Yudha (SBY). Dilanjutkan dengan penampilan group band dari Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti. (MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here