PDAM Diancam Didemo

0
92
Anggota DPRD Provinsi Kepri saat mengunjungi Waduk Sungai Gesek Kawal. Bak penampungan air ini rusak dan sudah tiga hari air tak menggalir. f-dok/tanjugnpinang pos

Kesal lantaran air bersih tidak menggalir selama tiga hari, sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) warga mengancam akan demo ke Perusahaan PDAM Tirta Kepri, Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Mereka rencananya akan mempertanyakan kinerja pegawai PDAM, hingga air bersih tak mengaliran ke rumahnya. Air mulai tidak ke rumah warga sejak Minggu (22/4) hingga Selasa (24/4).

Menurut pelanggan PDAM Ali pelanggan lain. Menurut Ali, ibu-ibu di perumahannya sudah mewacanakan untuk mendatangi PDAM ramai-ramai. ”Saat ini tidak ada alasan PDAM Tirta Kepri kekurangan air baku untuk diproduksi saat ini karena sudah hampir satu pekan Tanjungpinang selalu diguyur hujan lebat bahkan banjir terjadi dimana-mana,” ucapnya.

Pelanggan yang mengalami kesulitan air bersih selama tiga hari adalah pelanggan yang disuplai dari instalasi pengelolaan air (IPA) Waduk Gesek. Mulai pelanggan yang tinggal atau berkantor sekitaran Jalan DI Panjaitan, Jalan Adi Subroto, Jalan Fisabilillah Batu 8 Atas, Batu 6, Jalan Kijang Lama sampai Jalan RE Martadinata. Termasuk kawasan Bintancentre dan sekitarnya.

Sedangkan pelanggan yang disuplai dari Waduk Sungai Pulai, tidak mengalami gangguan suplai air atau aman. Termasuk kawasan Kota Lama dan sekitarnya disuplai air dari SWRO Batu Hitam. Ali, salah satu pelanggan PDAM Tirta Kepri tinggal di Perumahan Bumi Indah, Km 10 Tanjungpinang, mempertanyakan kinerja PDAM Tirta Kepri di bawah pimpinan Syamsul Bahrum. Sudah tiga hari air bersih tidak menggalir ke rumahnya.

”Saya belum mandi. Karena di rumah tidak ada air sama sekali. Kawan-kawan satu kerjaan juga di kawasan Bintancentre kesulitan air bersih di kantornya,” kata Ali kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (24/4).

Sambung dia, kalau air tidak menggalir juga, ia bersama ibu-ibu akan melakukan aksi demo. Dan, solusi untuk jangka pendek, ia terpaksa harus membeli air bersih yang dijual pakai tangki mobil. Beli air bersih pakai tangki baru pertama kali ia dilakukannya. Pasalnya, selama ini ia tidak pernah melakukan pemesanan air bersih dari mobil tangki.

Berbeda dengan daerah lainnya, warga tidak kesulitan air bersih karena mengunakan sumur, dan akhir ini Tanjungpinang diguyur hujan, mereka aman untuk mendapatkan air bersih. ”Kalau jadi, baru inilah saya beli air bersih. Tetangga saya sudah pada pesan air,” ucap dia.

Tahu air tidak menggalir, tanya dia, kenapa pihak PDAM tidak melakukan pemberitahuan kepada pelanggannya termasuk dirinya. Seharusnya, PDAM mengumumkan atau memberitahukan kepada pelanggannya.

”Mestinya ada informasi kalau ada pemadaman air, jadi kita sebagai pelanggan bisa kita persiapan diri. Ini, tidak. Malah diam saja,” terang dia sambil menunjukkan raut wajah yang kesal.

Ia berharap, Gubernur Provinsi Kepri, H Nurdin Basirun untuk mengevaluasi kinerja PDAM Tirta Kepri, karena PDAM Tirta Kepri adalah BUMD Pemprov Kepri. ”Jangan dibiarkan seperti ini. Kami ini butuh air. Lebih baik listrik mati daripada air tak menggalir,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Teknisi PDAM Tirta Kepri, Wahyu saat dikonfirmasi membenarkan kalau air tidak menggalir ke pelanggan sejak Minggu (22/4) lalu. ”Benar air tidak menggalir karena kita sedang menguras bak penampung air tersebut,” kata Wahyu.

Kata Wahyu, baknya dikuras karena atap rumah pelindung mesin pompa masuk ke dalam bak penampung air. Sehingga air bersih yang sudah ditampung dengan bak menjadi kotor. Untuk membersihkan bak penampung air, pihaknya menurunkan 8 orang petugas. ”Baknya besar. Jadi makan waktu lama. Kita turas sampai bersih,” kata dia.(ANDRI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here