Peci Songket Corak Melayu Jadi Idola

0
1228
Peci songket: Pengrajin peci songket saat menjajakan dagangannya di depan masjid raya, kemarin. f-yoan/tanjungpinang pos

Harganya Mulai Rp100 Ribu hingga Rp150 Ribu

Tanjak akhir-akhir ini menghiasi jagad fashion Kota Tanjungpinang. Bahkan walikota sempat mengeluarkan surat perintah bagi ASN untuk mengenakan tanjak. Itu tampaknya harus tersaingi dengan kehadiran peci yang tak kalah elegan, peci songket corak khas melayu yang hadir di Tanjungpinang kini mulai jadi idola.

TANJUNGPINANG – Trend fashion menjelang lebaran tahun ini tampaknya tidak diungguli oleh tanjak, melainkan sudah mulai didominasi oleh produk peci songket yang memiliki corak khas melayu dengan ragam variasi warna dan ukuran.

Produk tersebut digagas oleh Lutfi yang mengaku sudah menjual peci andalannya ke berbagai kalangan, baik sekelas masyarakat umum, pengurus masjid, kepala dinas, sekda, hingga ke tingkat Walikota Tanjungpinang.

Kepada Tanjungpinang Pos, Lutfi yang menggelar dagangannya di halaman masjid Raya Tanjungpinang ini mampu menghabiskan hingga belasan unit peci songket setiap harinya, ”alhamdulillah, kalau untuk di Tanjungpinang nampaknya cuma saya saja yang jual peci songket ini, banyak diminati karena punya corak khas melayu,” jelasnya yang mengaku mendatangkan peci unik ini langsung dari tangan sang pengerajin di Kota Medan.

Di lihat sepintas, warna-warna yang dimiliki peci songket memang mencerminkan warna khas melayu. Hanya saja jika disiasati lebih detail, corak tersebut bukanlah mencerminkan corak melayu Kepulauan Riau melainkan melayu Deli. Begitu juga dengan corak hiasan yang dibentuk dari jalinan sulam benang emas, juga menunjukkan kekentalan nuansa Deli Serdang.

“Ya, ini peci melayu Deli, tapi jangan salah, yang namanya melayu tetaplah melayu, pak wali saja pesannya 3 pasang warna merah, hehehe,” terangnya yang mendapat masukan langsung dari wali kota agar di kemudian hari bisa memunculkan produk peci songket serupa namun dengan corak khas melayu kepulauan Riau.

”Pak Wali bilang, kalau bisa coraknya pakai yang versi melayu Kepri, ini menjadi motivasi saya untuk memberikan dedikasi kepada negeri ini,” ucapnya mantab. Untuk harga, peci songket khas melayu dengan tenunan benang emas ini dijual dengan harga beragam. Tergantung motif dan ukuran. kepada wartawan, Lutfi yang juga merupakan pelatih senior bela diri tarung derajat ini menyebutkan angka yang berkisar dari Rp100 ribu hingga Rp 150 ribu rupiah.

“Kalau kualitasnya jangan diragukanlah bro. Datang cek langsung baru paham ternyata harganya jauh lebih murah dibandingkan hasil produknya yang berkualitas tinggi,” jelasnya sambil memamerkan peci unik tersebut yang sudah nangkring di kepalanya. Sepintas, peci ini tidak jauh beda dengan peci kebanyakan. Hanya saja ketika diraba, tekstur timbul sulaman benang emas untuk corak melayu sangat terasa di ujung jari, tidak hanya itu, Lutfi mengaku, peci yang dijualnya anti panas, karena kekokohan tulang peci yang mampu menjaga stabilitas sirkulasi udara ketika dipakai.

Dia juga mengaku siap menerima pesanan dan tempahan corak dan ukiran peci sesuai dengan kebutuhan pemakai, yang jelas, Lutfi tetap berpedoman dengan corak khas melayu. ”Boleh pesan, mau warna atau model apapun, tetapi dengan syarat, harus ada corak melayunya, ini adalah usaha kita bersama untuk memajukan tanah melayu,” sebutnya.(YOAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here