Pedagang Dikenakan Biaya Kebersihan

0
871
SAMPAH BERSERAK: Terlihat teras Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang kotor dengan sampah yang berserak.F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pasar Bestari Bintancenter (Bincen) Tanjungpinang sempat masuk predikat terbersih ke dua se-Indonesia beberapa tahun lalu. Hanya saja, kini tinggal sebutan, karena kini lingkungannya sudah tidak terjaga lagi. Banyak sampah berserakan dan menimbulkan bau tak sedap.

Sampah yang berserakan diantaranya sampah sampah plastik, sampah pedagang, jajanan dan masih banyak lagi jenis sampah yang terlihat di lingkungan pasar.

Selain sampah, bau busuk di pasar juga membuat pengunjung merasa tak nyaman. Tak hanya bau busuk, air ikan berasal dari piber maupun meja pedagang juga dituangkan oleh penjual ke lantai.

Ini menyebabkan lantai pasar menjadi licin. Lantai licin ini yang membuat pengunjung sempat terjatuh. Tidak hanya orang dewasa saja, tetapi anak-anak yang ikut orangtuanya belanja ke pasar sempat jatuh.

”Sering orang jatuh di sini (lantai licin, red). Kita sudah sering kasih tau dengan pemilik piber ikan, tapi juga tidak dengar. Ya, udah kita biarin saja. Hanya saja, saya kasihan dengan ibu-ibu dan anak-anak kalau ke pasar lewat jalan ini, pasti terpeleset hingga jatuh,” kata salah satu kepada harian Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Baca Juga :  PUPR Klaim Sudah 70 Persen

Ia berharap pengelola segera meningkatkan kebersihan. Apalagi para pedagang dikenakan biaya kebersihan di luar biaya wajib lainnya.

Untuk mendapatkan kategori pasar terbersih kembali, lanjut dia, kebersihan pasar harus terjaga. Kondisi lingkungan juga harus rapi dan bisa diatur serta harusnya tidak bau busuk, dan tidak kotor.

Untuk menjaga kebersihan, kata dia, perlu kesadaran dari semua pihak khususnya pengelola Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang.

Meminya men-stanby-kan petugas kebersihan di pasar. Jangan setiap hari pedagang dipungut dan diminta uang retribusi kebersihan terus. Tapi, sampah dan bau tak sedap masih ada.

Ditambahkan, Yudi menilai Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang berpotensi menjadi pasar percontohan, asalkan mampu mempertahankan kebersihan.

Jika ingin pasar kembali dapat penghargaan terbersih Se-Indonesia, ia sarankan, pengelola pasar rutin membersihkan hingga mengambil sampah yang sudah dibersihkan pedagang. Jangan sampai sampah menjadi menumpuk di setiap kios-kios.

Baca Juga :  Pedagang Kesulitan Cari Pisang Tanduk

”Saya pernah letakkan menjadi satu sampah bekas jualan. Tak diambil petugas kebersihan.

Ia mengaku setiap hari dikenakan biata kebersihan senilai Rp 3 ribu per hari per kios. Membayar Rp 6 ribu per hari untuk dua kios miliknya. Ini diluar biaya air dan listrik.

Kemudian, katanya, pengelola pasar harus tegas ke pedagang untuk menata meja yang sudah melebihi serta mengambil akses jalan di pasar. Sehingga akses jalan di dalam pasar tidak menjadi sempit. “Ini tidak, sekarang sudah sempit. Cobalah lihat sendiri. Makin berkurang aja luas jalan itu,” terangnya.

Dasmin, pengelola Pasar Bestari Bincen mengatakan, semua ini perlu peran serta semua pihak. Mulai dari pengunjung pasar maupun pedagang. Terkadang pengunjung membawa sampah dari rumah ke pasar.

Padahal, pihaknya sudah menyediakan tong sampah di beberapa titik di pasar. ”Tingkat kesadaran mereka buang sampah saja yang minim,” kata dia.

Baca Juga :  Harga Emas Murni Turun

Kemudian, ia pernah tegaskan kepada penjual ikan untuk tidak membuang air ikannya sembarangan. Sehingga tidak mengundang bau busuk di pasar. ”Kalau pasar kotor, saya pusing,” katanya.

Sekarang ia sedang fokus untuk menata peti ikan milik penjual ikan. Supaya tidak lagi diletakkan ditengah akses jalan pengunjung. Ini yang membuat akses jalan pengunjung di dalam pasar semakin sempit.

”Boleh bawa piber ke pasar, tapi jangan berlebihan. Cukup satu peti ikan diletakkan di bawa meja. Sehingga tidak mengganggu akses jalan pengunjung ke pasar. Jangan buang air ikan sembarangan. Sehingga pasar tak bau busuk,” imbaunya.

Ia menilai jika hal ini dapat berjalan maka kebersihan pasar akan terjaga. Pihaknya juga menyediakan petugas kebersihan yang memang di tugaskan setiap harinya di lokasi itu. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here