Pedagang Diwajibkan Pasang Label Harga

0
135
Walikota Tanjungpinang H Syahrul dan wakilnya meninjau penerapan papan harga di Pasar Ikan KUD Kota Tanjungpinang. F-Istimewa

TANJUNGPINANG – Para pedagang di Pasar Kota Lama khususnya pedagang ikan basah dan produk kering menjadi percontohan meletakkan label harga.

Disperdagin Kota Tanjungpinang mensosialisasikan Perwako Tanjungpinang Nomor 15 Tahun 2019 tentang meletakkan label harga pada setiap produk yang dipejualkan. Sekaligus memantau harga sembako di Pasar Tradisonal Kota Lama tersebut.

Ini sebagai bentuk perlindungan konsumen serta memberikan kemudahan kepada pedagang dan membangun kepercayaan paracalon pembeli dari dalam daerah maupun nusantara dan luar negeri.

Turut hadir Walikota Tanjungpinang H Syahrul, Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma, Kepala Disperdagin Tanjungpinang Ahmad Yani dan Direktur PT TMB Tanjungpinang, Zondervan serta Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang Ahadi serta rombongan lainnya, Selasa (28/5).

H Syahrul menuturkan, meletakkan label harga disetiap produk bukan hanya menguntungkan pembeli namun juga pedagang. Sebab tidak perlu repot-repot menjawab setiap pertanyaan dari calon pembeli. Serta tak kalah penting membangun kepercayaan dari calon pembeli.

“Selain memberikan perlindungan kepada konsumen juga membangun kepercayaan. Harapannya ke depan para pedagang tradisional tetap diminati masyarakat menjadi salah satu tujuan berbelanja kebutuhan,” ujarnya.

Sementara itu Ahmad Yani menuturkan, bahwa sebagai bentuk stimulus papan harganya dibantu dari pihaknya. Khusus jenis jualan basah seperti ikan dan daging disediakan papan harga terbuat dari plastik.

Di situ juga sudah tertera jenis-jenis jualannya, sehingga para pedagang tinggal mencatat harga dagangannya.

Ia mencotohkan, hari ini harga ikan selar senilai Rp60 ribu per kilo. Jika besok ada perubahan harga, pedagang tinggal menghapus dan kembali menulis harga yang baru. Begitu juga dengan daging ayam maupun daging sapi.

Sedangkan untuk dagangan kering, seperti ikan asin, ebi dan lainnya, terbuat dari bahan plastik yang sudah dilamanating. Pedagang tinggal meletakkan di karung dagangannya.

Ia menambahkan, harga yang dicantumkan tidak harus harga nett, para pedagang dan pembeli bisa melakukan tawar menawar hingga menemukan kesepakatan harga.

Dituturkannya, tahap awal menerapkan label harga dimulai dari pedagang Kota Lama, yaitu Pasar Baru dan Pelantar II ke depan akan dicoba di pasar tradisional lainnya.

Menurutnya lokasi ini menjadi salah satu yang dikunjungi para calon pembeli khususnya dari luar negeri. Ini upaya pemerintah membangun kepercayaan kepada turis yang datang berbelanja.

Ditambahkannya, terkait harga sembako dan bumbu dapur ada yang masih tetap namun ada juga yang mengalami kenaikan harga. Sesuai data yang diterima dari Diperindaging harga cabai merah kini berkisar Rp50-55 ribu. Naik dari biasanya dikisaran Rp40 ribu.

Kenaikan harga disebabkan cabai yang di datangkan dari Pulau Jawa itu menggunakan pesawat, ini menjadi salah satu faktor kenaikanharga. Bila cabai didatangkan dari Sumatera, biasa lebih murah karena menggunakan kapal laut. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here