Pedagang Hewan Wajib Memiliki Sertifikat Veteriner

0
85
TIM kesehatan hewan DKPP Bintan bersama tim Diskominfo meninjau kandang peternak, untuk memastikan memiliki sertifikat veteriner.
Pemkab Bintan kembali menegaskan, pedagang hewan kurban wajib memiliki sertifikat veteriner. Sertifikat veteriner ini berupa surat keterangan kesehatan hewan kurban, guna memastikan bahwa hewan yang dijual pedagang, dijamin layak dijadikan sebagai hewan kurban.

BINTAN – KASI Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan drh Iwan Berri Prima menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban di lapak pedagang itu, sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat kesehatan hewan tersebut.

Adapun pemeriksaan hewan kurban meliputi, kondisi secara klinis. Seperti pernafasan, alat gerak, bagian mata, kondisi fisik tidak menunjukkan gejala penyakit hewan menular, dan tidak cacat. Termasuk usia hewan kurban sudah sesuai kriteria. Untuk kambing berusia minimal 1 tahun, dan sapi berusia minimal 2 tahun.

Sertifikat kesehatan hewan diberikan, untuk kemudahan ketika ada konsumen atau masyarakat, yang akan membeli hewan kurban.

Baca Juga :  Jelang Berbuka Puasa, Polres Buka Dapur Umum

”Kita juga turun memeriksa langsung hewan di peternak. sertifikat kesehatan hewan kurban merupakan jaminan, bahwa hewan tersebut sudah diperiksa dan layak dijadikan sebagai hewan kurban,” kata Berri Prima, usai memantau peternak Bintan bersama tim kesehatan hewan dan Diskominfo Bintan, kemarin.

Pada lebaran Idul Adha tahun ini, masih dalam masa pandemi virus korona. Pedagang wajib mematuhi protokol kesehatan. Rutin menyemprotkan disinfektan di lapak hewan kurban. Pedagang juga diharuskan menjaga kebersihan hewan kurban, sekaligus lapak. Dan menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun.

”Pedagang wajib mengenakan sarung tangan. Pembeli harus memakai masker serta menjaga jarak aman, saat transaksi di lapak hewan kurban,” jelasnya.

Baca Juga :  Sehari, 35 Hektare Lahan Terbakar di Sri Bintan

Atun (50) seseorang wanita pedagang hewan kurban yang sukses di Bintan mengatakan, pemeriksaaan hewan kurban selalu rutin dilakukan, pada saat menjelang Idul Adha. Selama ini, Atun tidak pernah menjual hewan kurban dalam kondisi sakit.

”Pemeriksaan hewan kurban sapi yang saya jual selalu dalam kondisi sehat, petugas juga rutin ikut turun serta memeriksa kondisi kesehatan ternak,” ungkapnya.

Berdasarkan data DKPP Bintan, sektor peternakan di Kabupaten Bintan, selama lima tahun terakhir, menunjukkan peningkatan populasi. Untuk sapi, jumlah populasi pada tahun 2016 tercatat sebanyak 725 ekor. Kemudian, jumlah meningkat menjadi 978 ekor pada akhir tahun 2019. Jumlah peningkatan populasi ternak sapi tersebut karena program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting, atau Upsus Siwab, yang dicanangkan Bupati Bintan Apri Sujadi, pada tahun 2017.

Baca Juga :  Siswa yang Ujian, Tetap Masuk Sekolah

Bupati Bintan Apri Sujadi meminta, fungsi pejabat otoritas veteriner dapat melakukan pemantauan kondisi hewan, secara langsung ke kandang peternak. Hal tersebut dilakukan sebagai pencegahan terhadap pengawasan hewan, yang datang ke Bintan.

”Kita juga minta, agar seluruh hewan kurban yang datang ke peternak di Bintan, mesti memiliki riwayat kondisi kesehatan yang jelas. DKPP Bintan disarankan dapat bekerja sama dengan Balai Karantina dalam upaya kegiatan tersebut,” kata Apri Sujadi. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here