Pedagang Keluhkan Biaya Bongkar Muat

0
747
BONGKAR MUAT: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tarempa dari kapal Sabuk Nusantara. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – Masyarakat Kabupaten Anambas menyarankan pemerintah daerah mengatur regulasi angkutan barang di pelabuhan. Sebab, buruh angkut mematok ongkos tinggi dari pada biaya angkut menggunakan kapal. Untuk itu, masyarakat meminta pemerintah menentukan standarisasi biaya bongkar muat pelabuhan. ”Kami bawa barang dari Tanjungpinang naik kapal kargo, dan biayanya lebih murah ketimbang harga bongkar barang dipelabuhan Tarempa,” kata Farid Ma’aruf, warga Desa Arung Hijau Kecamatan Siantan Selatan yang juga seorang pedagang, Selasa (1/8).

Menurutnya, pemerintah aerah (Pemda) Anambas segera melakukan pengaturan regulasi biaya bongkar muat barang di seluruh pelabuhan yang ada khususnya di Tarempa. Diketahui, pemerintah pusat menyarankan agar melakukan peningkatan pelayanan di pelabuhan baik bongkar muat maupun waktu sandar kapal harus diatur. ”Pemda harus segera mengatur regulasi harga biaya bongkar muat, jadwal kapal serta fasilitas lainnya. Ini demi kemajuan Anambas,” harapnya.

Baca Juga :  Warga Payaklaman Sulit Menelpon

Ia mencontohkan, belum lama ini membeli sejumlah barang dikota Tanjungpinang yakni meja, kursi, mesin cuci, kulkas ukuran kecil. Lalu, barang tersebut di bawa dari toko menuju pelabuhan pelantar II Tanjungpinang menggunakan mobil pikap dengan membayar ongkos sebesar Rp 50 ribu. Kemudian, ia harus mengeluarkan Rp 50 ribu untuk membayar ongkos sampan untuk membawa barangnya ke kapal kargo.

Setelah barang dimuat dikapal dan menunggu keberangkatan kapal ke Anambas, dikenakan biaya angkut sebesar Rp 250 ribu untuk tiba di pelabuhan Tarempa. Ketika kapal barang tersebut tiba di Anambas, tidak langsung membongkar muatannya dan harus menunggu sekitar 2 minggu. ”Setelah kapal bongkar muat, saya kaget karena istri saya mengurus barang itu dikenai biaya bongkar muat untuk buruh Rp 500 ribu. Setelah itu, biaya angkut menggunakan pikap sebesar Rp 250 ribu,” jelasnya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here