Pedagang Pasok Kelapa dari Jambi

0
768
BONGKAR MUAT: ABK Kapal sedang bongkar muat kepala bulat yang didatangkan pemasok dari Jambi menggunakan kapal laut. f-raymon/tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Berbagai jenis kebutuhan rumah tangga seperti kelapa, gula merah serta cabai yang dijual di Pasar Tanjungpinang didatangkan dari luar daerah.

Seperti kelapa didatangkan dari Jambi sedangkan gula merah didatangkan dari Kota Medan serta cabai dan beberapa jenis rempah-rempah lainnya ada yang didatangkan dari pulau Jawa dan Medan.

Hal ini diungkapkan Herman salah satu pedagang di Kota Lama, kepada Tanjungpinang Pos, Senin (9/10). Ia menyebutkan, kelapa bulat ini didatangkan dari Jambi. Meski demikian, ada juga yang dipasok dari Bintan. Hanya saja jumlahnya tidak sebanyak yang didatangkan dari Jambi menggunakan kapal laut.

”Setiap sepuluh hari kelapa dikirim dari Jambi dengan jumlah yang banyak yang kemudian di tampung di gudang kelapa untuk didistribusikan kepada para pedagang di pasar Kota Lama maupun Bintancenter,” paparnya.

Ia sendiri mengaku mengambil dari agen atau penampung kelapa dalam bentuk utuh. ”Setelah itu, baru kita jual kepada pelanggan dengan di kupas atau bahkan sudah di parut dan giling menjadi santan,” terangnya.

Herman menyebutkan, santan yang sudah siap dijual senilai Rp 17 ribu perkilogram. Dalam satu hari bisa menghabiskan 50 sampai 100 butir kelapa. ”Tergantung ramai atau tidak pembeli, tapi biasanya akan laris saat hari libur Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.

Sedangkan, Abdulrahman menyebutkan, untuk cabai yang dijualnya didatangkan dari Pulau Jawa yang menggunakan pesawat melalui Batam. ”Kita tinggal pesan sama agen, cabai yang dijual ini merupakan cabai Jawa,” tuturnya.

Abdulrahman menjelaskan, dalam satu hari dirinya bisa menjual cabai sekitar 5-25 kilogram. Biasanya ia memiliki pelanggan tetap para pemilik warung makan.

Terkait harga cabai kini masih terbilang mahal bila dibandingkan bulan lalu. Harga cabai merah mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp 44 ribu kini mencapai Rp 48 ribu per kilo. ”Cabai merah ini didatangkan dari Yogyakarta, kenaikan itu juga dari daerah asal sudah naik,” katanya.

Akibat dari kenaikan harga cabai merah jumlah pembeli juga menurun.
Biasanya masyarakat membeli satu kilo sekarang setengah kilo bahkan seperempat kilo saja.

”Kita kini tidak bisa stok barang banyak, karena jumlah pembelian menurun paling banyak satu hari bisa menjual lima sampai sepuluh kilo,” sebutnya.

Harga kenaikan cuman terjadi pada cabai merah sedangkan harga cabai rawit dan cabai hijau masih dalam harga stabil, Abdulrahman menjelaskan, untuk harga cabai rawit Rp 30 ribu perkilo dan cabai hijau Rp 32 ribu perkilonya.

Sedangkan untuk harga bawang juga. Untuk bawang merah Jawa dari Rp 40 ribu menjadi Rp 28 ribu, bawang putih Rp 28 ribu dan bawang merah india Rp 20 ribu serta bawang merah india jenis bareli Rp 24 ribu. ”Harga bawang cenderung turun sekarang cuman yang naik cabai merah saja,” jelasnya.

Meski harga bawang merah naik, para konsumen terutama ibu-ibu rumah tangga tetap membeli karena kebutuhan. Seperti dituturkan salah satu ibu rumah tangga, Ratna bahwa, cabai dan bawang menjadi bumbu disetiap masakan. Meski harganya naik ia tetap membeli namun tidak sebanyak biasanya.

”Tetapi tergantung kebutuhan juga, kalau lagi mau masak banyak beli juga banyak, jika tidak biasanya beli per seperempat aja,” tuturnya. Bila harga murah, dikisaran Rp 25 ribu, ia mengaku biasa beli per kilo yang dapat di stok di kulkas. Bila seperti sekarang, tergantung dari kebutuhan saja.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here