Pedagang Sepakati Harga Daging Rp155 Ribu

0
728
MEMOTONG: Pedagang memotong dading sapiF_Andri Dwi S

DOMPAK – Harga daging segar sudah melonjak tinggi. Kini harga daging di pasar sekitar Rp155 ribu. Harga ini diperkirakan aka terus melonjak tinggi saat mendekati Idul Fitri. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan (DKPKH) Provinsi Kepri, Ahmad Izhar mengaku kenaikan harga daging segar menjelang lebaran sulit untuk dihindari. Kenaikan harga daging, menurutnya bukan karena adanya permainan dari para pedagang yang memanfaatkan dari banyaknya permintaan.

Namun, menjelang Ramadan permitaan konsumen terhadap sapi hanya terbatas pada dagingnya saja. Sementara, pada hari normal para pedagang tidak hanya menjual daging segar saja, tapi organ lainnya juga laku terjual.

”Kalau hari biasa, para pedagang bisa menjual habis seluruh organ sapi. Beda dengan lebaran, konsumen hanya mau dagingnya saja. Dalam satu ekor sapi saja, dihituung organ yang tak laku diperkirakan mencapai Rp 5 juta,” kata Izhar. Meski mengalami kenaikan harga, ia menambahkan, Pemprov Kepri melalui DKPKH tetap berupaya menjaga kestabilitas stok daging yang ada di Tanjungpinang.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemko Tanjungpinang untuk mengatasi masalah tersebut. Hanya saja, kendala yang terjadi saat ini , terkait tentang aturan distribusi hewan harus melampirkan surat-surat administrasi sebagai persyaratan. Namun, permasalahan tersebut sudah diselesaikan. Karena, sudah menyangkut dengan kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Isdianto Kunjungi Kantor Tanjungpinang Pos

”Kalau untuk Tanjungpinang sudah disiapkan sekitar 150 ekor sapi. Sapi tersebut berasal dari Jambi dan Lampung,” tutupnya. Kenaikan harga daging sapi segar menjelang lebaran tahun ini di Tanjungpinang tidak terbendung. Seperti di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang, harga daging sudah mencapai Rp 150 – 155 ribu kilogram. Padahal, pada hari biasanya harga daging segar tersebut hanya berkisar Rp 130 ribu/kilogram.

”Ini bisa naik lagi seminggu sebelum lebaran,” ucap Edo salah satu pedagang, pasar Baru Tanjungpinang kemarin. Menurutnya, harga daging sapi selalu bergerak dan tidak stabil selama Ramadan. Bahkan, bisa bergerak naik drastis saat dekat waktu lebaran dan permintaan daging semakin besar.

Yuli, salah satu pengunjung Pasar Bestari, Bintancenter menyebutkan, daging merupakan menu utama keluarganya saat lebaran. menurutnya, kenaikan harga daging selalu terjadi setiap tahun. ia berharap peran pemerintah untuk bisa mengendalikan harga daging agar tidak terjadi lonjakan.

“Kalau harga tidak terkontrol, petugas terkait berarti tidak mampu bekerja,” komentarnya. menurutnya kenaikan harga daging sudah mulai terasa sejak tiga hari ini. ”Setiap harinya naik Rp5 ribu,” sebutnya. Sahril, salah satu pedagang daging mengakui harag daging sudah naiks ejak Jumat lalu.

Baca Juga :  Speedboat Dimodifikasi, Tanjungpinang Jadi Sasaran

”Kalau tidak dari Jumat lalu sudah naik,” kata Syahril. Menurutnya, naiknya harga daging karena terbatasnya stok sapi hidup di kandang. Karena sapi hidup sudah mulai langkah alias berkurang dari Jambi dan Lampung.

”Mudah-mudahan, sore ini (Senin, red) ada sekitar 20 ekor sapi akan datang dari Jambi dan Lampung,” ucap dia. Prediksinya, daging sapi segar yang dijualnya bakal akan mengalami kenaikan harga naik. Ia perkirakan daging sapi segar yang dijualnya bisa di harga Rp 160 ribu hingga Rp 165 ribu per kg.

”Ya, mau tidak mau kita naikkan harga. Karena ini kondisi kita sekarang,” sebut dia. Sementara, tentang dugaan adanya daging India yang beredar di Tanjungpianng ditapik oleh Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang, Raja Khairani. Menurutnya, daging beku yang beredar di Tanjungpinang berasal dari New Zealand.

Baca Juga :  Dinsos akan Periksakan Kejiwaan Penghuni Rumah yang Terbakar

”Ini kita sedang cek sapi di kandang milik peternak di Tanjungpinang,” singkat dia. Sementara SEKDA Kota Tanjungpinang, Riono menyebutkan, sebelumnya para pedagang daging sapi segar telah bertemu dengan Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah terkait kenaikan harga menjelang Idul Fitri tahun ini. Disepakati harganya tidak lebih mahal dari tahun lalu yaitu Rp 160 ribu melainkan berkisar Rp 155 ribu.

”Kemarin pada pedagang daging sapi sudah rapat atau bertemu wlai kota terkait pembahasan harga, saya rasa di sepakati tidak lebih mahal dari tahun lalu. Jadi dikisaran Rp 155 ribu per kilonya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (19/6).

Hal ini disebabkan, jeroan sapi tak laku dijual menjelang hari raya Idul Fitri ini. Seperti usus, tetelan, urat, tulang hingga babat. “Karena jeroan tak laku maka pedagang menaikan harga daging sapi, jadia mereka tak rugi,” ungkapnya. (dlp/dri/ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here