Pedagang Tak Berani Timbun Garam

0
581
CEK GARAM: Tim satgas Pangan Bintan mengecek pasokan dan ketersediaan stok garam di Bintan. F-jendaras/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – Para pedagang garam di Bintan tidak berani menyetok atau menimbu garam dalam jumlah besar. Hal ini menyusul harga garam yang naik 100 persen, dan rencana pemerintah kembali membuka kran impor garam, dalam waktu dekat. Agung, seorang pedagang garam di Bintan Timur menyebutkan, harga garam mengalami kenaikan dari level distributor, yang berada di Tanjungpinang. ”Harga naik, stok kami cuma sedikit saja. Selain perlu modal yang besar menjadi dua kali lipat untuk membeli garam, kami juga khawatir kalau harga garam anjlok pas garam impor masuk,” terangnya.

Dengan harga garam saat ini, lanjutnya, banyak pembeli yang mengeluh karena harus mengeluarkan dana ekstra untuk membeli kebutuhan tersebut.
Sementara itu, Dian Nusa, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan mengatakan, harga garam mengalami kenaikan cukup tinggi sejak sebulan lalu.

”Garam kasar itu dijual per 900 gram seharga Rp 7 ribu. Sebelumnya hanya Rp 3.500 saja per kilogram. Sedangkan garam halus beryodium untuk konsumsi dijual Rp 2.000,- per 250 gram, dari sebelumnya harga Rp 1.000,-,” terangnya, Selasa (1/8). Menurutnya, harga garam naik karena pasokan yang berkurang. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here