Pedagang Terpaksa Jual Bawang Impor

0
682
PEDAGANG di Pasar Baru Pelantar II menjual bawang kepada pembeli, belum lama ini. Saat ini, pedagang banyak mendatangkan bawang impor.f-dok/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – PEDAGANG di kawasan Pasar Baru kawasan pelantar Kota Tanjungpinang, terpaksa menjual bawang dan sebagian jenis sayuran dari impor luar negeri. Karena, pasokan dari dalam negeri tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar. Selain itu, harga bawang impor lebih murah, dibandingkan produksi lokal.

Sayuran yang dijual di Pasar Baru pelantar II yang didatangkan dari luar negeri itu seperti bunga kol, brokoli, wortel, cabai, bawang merah. Seorang pedagang Junaidi menyebutkan, sayuran di pasar seperti bunga kol, brokoli, wortel, cabai didatangkan dari luar negeri (impor). Sayuran itu diambil dari agen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ”Sebagian sayuran impor dari luar negeri, terutama bawang itu, banyak dipasok dari luar negeri,” katanya, Kamis (12/4) kemarin.

Baca Juga :  Sarafuddin Aluan Ajak Hippa Membangun Negeri

Untuk harga jual juga bersaing dengan harga lokal. Cabai rawit asal Thailand memiliki kualitas lebih baik. Harga cabai Thailand Rp 75 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit merah Rp 55 ribu per kilogram, cabai hijau Rp 34 ribu, dan cabai rawit asal Jawa Rp 45 ribu per kilogram.

Meski harganya lebih mahal dibanding cabai asal Jawa dan Sumatra, cabai rawit Thailand cukup diminati para konsumen. ”Cabai Thailand lebih pedas dibandingkan dengan cabai rawit lokal,” sebutnya.

Baca Juga :  Satgas Pangan Waspadai Penimbunan Barang

Sementara, bawang merah dan bawang putih pemasok terbesar di pasaran, berasal dari Tiongkok (China) dan India. Bawang ini impor semua, mulai dari bawang merah dan bawang putih. ”Untuk harga bawang impor, perbedaan dengan bawang Jawa itu berkisar Rp 7 ribu sampai Rp 9 ribu per kilogram,” jelasnya.

Lanjutnya, bawang impor ini bisa dilihat dari karung kemasan bawang yang diambil dari agen. Harga bawang merah India seharga Rp 20 ribu. Sedangkan bawang merah asal Jawa Rp 30 ribu per kilogram. Sementara pada bawang merah Birma seharga Rp 27 ribu per kilo, dan bawang putih Rp 32 per kilogram. ”Dari pasaran lokal, bawang dalam negeri itu ada. Cuma harganya mahal, masyarakat sekarang maunya yang murah dan berkualitas,” ujarnya. (RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here