Pedagang Tolak Bazar Imlek di Jalan Teuku Umar

0
538
Suasana di Bazar Imlek pada malam hari di Jalan Merdeka tahun 2018 lalu. f-raymon/tanjungpinang pos
Rencana Pemko Kota Tanjungpinang menggelar Bazar Imlek di Jalan Teuku Umar Kota Lama, 9 Januari mendatang, bakal tidak berjalan mulus.

TANJUNGPINANG – Karena, lebih dari seratus pedagang yang pernah berjualan di Bazar Imlek Kota Tanjungpinang di Jalan Pasar Baru sampai Jalan Merdeka, mengancam mengurung niat mereka untuk tidak berjualan di kawasan baru yang ditentukan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Para pedagang menolak kalau mereka harus berjualan di kawasan Teuku Umar persis di sepanjang Bestari Mal. Pedagang minta tetap digelar di tempat lama yakni di kawasan Jalan Pasar Baru sampai Jalan Merdeka.

Rudy Chua, perwakilan para pedagang Bazar Imlek menyampaikan bahwa kalau pedagang menolak berjualan di Jalan Teuku Umar sudah disampaikan kepada dirinya. Rudy membeberkan kalau Pemko tetap memaksakan Bazar Imlek di gelar di Jalan Teuku Umar, para pedagang khawatir sepi pembeli. Sambung dia, pada saat bazar sebelumnya, yang dipajang tidak semua barang yang halal. Sambung Rudi, apalagi Jalan Teuku Umar kata Rudy, sangat berdekatan dengan Masjid besar Al Hikmah.

”Ini yang membuat kebanyakan pedagang menolak. Dan mereka minta Pemko mempertimbangkan hal ini, berpikir kembali,” jelas Rudy.

Anggotaa DPRD Kepri Dapil Kota Tanjungpinang itu, menjelaskan pada saat Pemko Tanjungpinang memutuskan Bazar Imlek digelar di Jalan Teuku Umar dalam rapat bersama Wakil Walikota kemarin, di Kantor Bappelitbang, langsung banyak pedagang yang mengeluhkan. Karena, Pemko memindahkan lokasi bazar ke Jalan Teuku Umar ini.

”Mereka (para pedagang) mengancam tidak akan berjualan, kalau misalnya tetap dipertahankan di lokasi baru,” sebut Rudy.

Salah satu pedagang yang sempat ditemui Tanjungpinang Pos, Wati menyampaikan keberatan kalau lokasi bazar dipindahkan ke wilayah Teuku Umar. Kalau alasan pemerintah pemindahan lokasi menggangu aktivitas jalan Pasar Baru terganggu dengan bongkar muat kapal dan lalulintas mobil, alasan tersebut sangat tidak masuk diakal. (SUHARDI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here