Peduli Lingkungan, Mahasiswa Bersihkan Tepilaut

0
404
MAHASISWA dan PKL Tepilaut ketika menggelar goro di kawasan Laman Boenda di malam hari, Minggu (4/3) lalu. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi menggelar kegiatan-rotong (Goro) di Laman Boenda Tepilaut Tanjungpinang, Minggu (4/3) malam. Goro tersebut dilakukan bersama Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan itu yang dimulai pukul 22.00 WIB.

Khaidir, koordinator kegiatan Goro yang juga ketua Himpunan Mahasiswa Kabupaten Anambas (HIMKA) mengatakan, kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang bersih.

Sebab, banyak sekali sampah seperti bungkusan dan botol minuman yang terdapat di sepanjang kawasan Laman Boenda.

Untuk itu, ia bersama kawan-kawan mahasiswa dari organisasi PMII dan PKL menggelar goro tersebut.

”Selain menggelar goro, kita akan membantu menyelesaikan persoalan PKL. Menyusul, adanya larangan bagi PKL berjualan di kawasan Laman Boenda oleh pihak Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang,” ujar Khaidir, Minggu (4/3) malam.

Dengan larangan itu, PKL yang selama ini berjualan di Laman Boenda berharap solusi dari Pemko Tanjungpinang.

Sebab, sejak larangan itu dikeluarkan Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza pihak Pemko tidak memberikan solusi apa pun. Namun, PKL tetap bersikeras untuk berjualan mencari rezeki hidup sehari-hari. Sebagai mahasiswa, tentunya memiliki peran sebagai Agent of change, Social control, Iron stock.

Untuk itu, sebagai mahasiswa perlu dalam membantu mencari solusi persoalan sosial di tengah masyarakat. ”Kami sebagai mahasiswa, tentunya memiliki peran dan perlu mengimplentasikan ilmu di bangku kuliah dengan melihat dan menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat,” terangnya.

Persoalan dilarang berjualan bagi PKL, lanjut Khaidir, tentunya harus mendapatkan soslusi terbaik. Mengingat, kondisi perekonomian saat ini sedang di level yang kurang baik.

Maka dari itu, ia dan kawan-kawan mahasiswa lainnya untuk menemui dan mencari solusi bersama Pemko untuk penataan PKL di Laman Boenda.

”Kami dalam waktu dekat akan menemui Pj Wali Kota Tanjungpinang Bapak Raja Ariza. Tujuan kami, tetap ingin mencari solusi bagi mereka yakni PKL. Jangan sekedar melarang, namun tanpa melihat sisi lainnya. Bahkan, sebagian dari mereka dikejar-kejar karena belum membayar hutang. Bagaimana mau membayar, berdagang saja tidak boleh jadi harus mencari uang dari mana,” ungkapnya.

Untuk itu, dengan adanya gerakan dan aksi mahasiswa ini pihak PKL merasa lega untuk dicarikan solusinya. Pengurus baru HMKN Tanjungpinang periode 2017-2018 ini dikukuhkan Bupati Natuna Hamid Rizal, di Aula Gedung Asrama Haji Tanjungpinang, Selasa (6/3).

Bupati menegaskan kepada seluruh mahasiwa untuk selalu mengedepankan jiwa kebersamaan, dalam berorganisasi dan bisa menciptakan karya yang bisa membanggakan orangtua serta pemerintah. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here