Pegawai Kemenkeu Kepri Diproteksi dari Pengaruh Radikalisme

0
324
PIMPINAN dan pegawai Kemenkeu Tanjungpinang foto bersama usai mendapat pembekalan mental di Masjid Besar Baitul Taqwa Komplek Perumahan Bea Cukai Batu 5 Bawah Tanjungpinang, Kamis (12/7). f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Hingga saat ini, pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang ada di Provinsi Kepri tidak ada yang terpengaruh paham radikalisme dan ajaran sesat. Meski demikian, harus tetap dilakukan tindakan pencegahan. Seluruh pegawai Kemenkeu harus diproteksi jangan sampai ada yang salah langkah. Karena paham radikalisme ini adalah musuh bersama, musuh negara.

Untuk itu, pegawai Kemenkeu dari berbagai unit yang ada di Tanjungpinang diberi pembekalan dalam pertemuan ‘Pembinaan Mental dan Agama di Lingkungsn Kementerian Keuangan Provinsi Kepri’ yang digelar di Masjid Besar Baitul Taqwa Komplek Perumahan Bea Cukai Batu 5 Bawah Tanjungpinang, Kamis (12/7).

Kakanwil Ditjend Perbendaharaan Negara Kemenkeu Provinsi Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, sekalipun belum ada pegawai Kemenkeu di Kepri yang terindikasi radikalisme, namun pembinaan mental tetap harus dilakukan.

Kemudian, sebagai pegawai terpelajar, diminta agar berhati-hati dalam penggunaan media sosial. Jangan terpancing dengan orang-orang yang memanfaatkan medsos untuk menyebar paham tersebut.

Mengingat tahun depan akan ada Pileg dan Pilpres, maka pegawai Kemenkeu di Kepri juga diminta netral. Hadir juga saat itu sebagai narasumber Suyono Saputro selaku Kepala Bintal dan Agama Kemenkeu dan Andriono Basuki selaku Pelaksana/Motivator Bintal Kemenkeu.

Suyono mengatakan, berita yang santer berdasarkan survei pada masjid perkantoran BUMN dan kementerian lembaga, terindikasi masuknya paham radikalisme secara diam-diam. ”Informasi ini langsung kita teliti di seluruh unit-unit Kemenkeu dan ternyata tidak ada. Meski demikian, kita tetap proteksi. Kita lakukan pencegahan dini,” jelasnya.

Pembinaan mental pegawai ini penting untuk keseluruhan. Karena radikalisme dan ajaran sesat bisa muncul setiap saat. Karena itu, semua unit harus menjaga suasana tetap kundusif dan antarunit tetap rukun serta kompak. ”Jangan saling mengolok-olok dan tidak saling membenci. Pastikan tidak ada pegawainya yang radikalisme,” tambahnya.

Oleh karena itu, semua impinan unit harus kebal siapa jati diri pegawai di bawahnya. Pegawai juga harus netral di Pilkada, Pileg, Pilpres dan jangan ikuti kegiatan politik praktis. Pegawai hendaknya pandai menjaga diri. Ia mengatakan, jangan memperolok-olok orang lain. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here