Pejabat Disdik Sarankan Siswa Daftar ke Swasta

0
636
Proses PPDB di SMPN 16 Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Masyarakat Tanjungpinang dihebohkan dengan ungkapan oknum pejabat Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang yang menyarankan siswa tidak tertampung mendaftar ke sekolah swasta.

Seperti dikatakan Kasi SMP Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Vivi kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (4/7) siang.

Ia menyarankan agar siswa tidak keterima mendaftar ke sekolah swasta. Mengenai biaya masuk dan biaya pendidikan, tentu menjadi tanggung jawab orangtua siswa.

Mengetahui pernyataan ini, para orangtua menilai pemerintah belum siap membangun pendidikan dengan benar. Meskipun diyakini, bahwa seluruh siswa harusnya tertampung.

“Saya yakin kalau seluruh siswa akan tertampung. Kebijakan pemerintah tentu menambah jumlah siswa per kelas. Dari seharusnya 36 menjadi 40 atau 42 siswa per kelas,” ujar Rina salah satu orangtua siswa kepada Tanjungpinang Pos.

Baca Juga :  Pasien Banyak Tak Paham Sistem Online

Kedatangannya ke dinas hanya ingin melaporkan bahwa anaknya tidak keterima di tiga sekolah yang dipilih. Maka berniat memberitahu agar masuk dalam pendataan yang nantinya disidtribusikan ke sekolah yang masih kekurangan siswa, tentu sesuai zonasinya.

“Saya heran jawaban dari pejabat Dinas Pendidikan itu, rasanya pemerintah tak siap memberikan solusi terbaik,” paparnya.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menuturkan, bahwa pemerintah sudah kacau jika menyarankan calon siswa memilih masuk sekolah swasta.

“Jadi pertanyaan sekolah swasta mana lagi. Rata-rata sudah penuh. Khususnya di kawasan Tanjungpinang Timur. Jadi harus ke kawasan bahwa, ini zonasi atau bukan,” tuturnya.

Baca Juga :  Petugas Sidak Blok Detensi

Maskur menuturkan, sejak awal menjadi anggota DPRD sudah mengetahui persoalan pendidikan, masih kekurangan Unit Sekolah Baru (USB) maupun Ruang Kelas Baru (RKB). Hanya saja sampai kini penambahannya belum signifikan khususnya di kawasan Timur.

“Pemko sudah ada lahan di depan Hostel Aston, Perumahan Air Raja dan kawasan water park. Bila membangun dua USB SMP di lokasi ini, diyakini persoalan kekurangan kelas tidak ada lagi,” ucapnya.

Ia menyarankan pejabat di Dinas Pendidikan tidak sembarangan memberikan jawaban, itu bukan solusi malah membuat ribut di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan Reni yang mengaku terkejut menerima jawaban dari Ketua PPDB Tanjungpinang, Lysa Purnama yang juga menyarankan siswa ke sekolah swasta.

Baca Juga :  Realisasi Retribusi Parkir Baru Setengah

“Saya heran jawabannya demikian, padahal sudah RDP Selasa lalu. Lebih baik pejabat terkait menjawab menunggu kebijakan,” tuturnya.

Pj Sekda Tanjungpinang, Tengku Dahlan menuturkan, persoalan ini sudah disampaikan kepada kepala daerah. Jawabannya, mengupayakan bahwa seluruh siswa tertampung.

“Kami sudah sampaikan ke Pak Syahrul. Jika ada jawaban pejabat di Disdik demikian itu saran personal bukan dari pemerintah,” ucapnya. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here