Pekajang Terisolir

0
961
BELUM AKTIF: Salah satu tower komunikasi di Desa Pekajang tak kunjung aktif hingga membuat desa Pekarang ini terisolir. F-HASBI/TANJUNGPINANG POS

LINGGA – MESKI memiliki hasil tambang berupa emas hitam atau pasir timah, lantas tak membuat Desa Pekajang Lingga maju.

Mirisnya, desa tersebut kian terisolir dengan minimnya sarana dasar telekomunikasi yang menjadi kebutuhan primer saat ini.

Untuk mendapat jaringan telekomunikasi, warga harus berlayar menggunakan pompong hingga 3 Jam menuju perbatasan provinsi Bangka Belitung.

Sementara eksploitasi tambang di desa tersebut, baik legal maupun ilegal telah mendapat izin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

Kini aktivitas tambang masih terus terlihat, aktivitas ratusan ton pasir timah Pulau Kecil paling Selatan pulau Lingga, Provinsi Kepri masih berlangsung.

Baca Juga :  Disdik Ajak Orangtua dan Guru Bersinergi

Warga Desa Pekajang Syura mengatakan, hingga saat ini signal untuk hape belum aktif walau telah terlihat ada sebuah tower yang telah berdiri.

”Tower itu sudah lama dibangun. Kalau mau berkomunikasi ke luar, kami harus naik pompong dulu ke Bangka,” ungkap Syura, kemarin.

Wakil Ketua I DPRD Lingga Kamarudin Ali beberapa waktu lalu telah mengunjungi Desa Pekajang.

Pada kunjungan itu, Kamarudin Ali merasakan langsung tentang terisolirnya desa itu dari saranakomunikasi.

Pulau terluar Provinsi Kepri yang berbatas dengan Bangka Belitung tersebut, telah berkali-kali didatangi sejumlah pejabat besar dalam negeri.

Baca Juga :  Awe Luncurkan Gerakan Lingga Menanam Jilid II

”Warga menyampaikan, telah banyak pejabat yang datang ke desanya menjanjikan pembangunan, tetapi tidak terealisasi,” ujar Kamarudin Ali.

Menurutnya persolan mendasar desa itu adalah sektor komunikasi.

”Sejak era penjajahan, mutiara hitam pasir timah ditambang sampai saat ini. Tetapi anehnya mengapa telekomunikasi masyarakat tak pernah baik,” katanya.(MUHAMMAD HASBI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here