Pekan Depan Pemudik Mulai Ramai

0
716
KESIAPAN: Kepala KSOP Karimun Letkol Mar Eko Priyo Handono menyematkan rompi dan pita operasi kesiapan arus mudik tahun 2017 kepada anggota KSOP.F-ALRION/TANJUNGPINANG POS

KARIMUN – Jelang perayaan Idul Fitri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungbalai Karimun melaksanakan apel kesiapan Posko Angkutan Laut lebaran tahun 2017.

Apel tersebut diikuti beberapa instansi terkait lainnya serta operator kapal, Kamis (8/6).
Kesiapan posko sebagai tindaklanjut dari instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut tanggal 26 Mei 2017 tentang persiapan penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2017.

”Mulai Kamis kemarin hingga 11 Juli mendatang atau H+15 usai lebaran, posko angkutan laut diberlakukan,” ujar Letkol (Mar) Eko Priyo Handoyo, Kepala KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun, Jumat (9/6).

Baca Juga :  DPRD Sahkan Tiga Ranperda

Untuk memantau arus pergerakan penumpang baik dari pelabuhan International, Domestik, Antar Pulau maupun melalui Roro,” kata. Selain ada posko angkutan laut, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan kelayakan kapal yang akan mengangkut calon penumpang menuju pelabuhan yang ada di wilayah Riau.

Sebab, pelabuhan Tanjungbalai Karimun sebagai daerah transit rata-rata calon penumpang mudik ke wilayah Riau daratan seperti, Selatpanjang, Bengkalis, Dumai dan Pekanbaru. Ia menyampaikan, kesiapan pemantauan arus mudik, melibatkan Bea dan Cukai, Imigrasi, Polisi agar memberikan penumpang rasa aman dan nyaman ketika akan berangkat.

Baca Juga :  Harga Sayuran dan Cabai Melonjak

Eko memprediksi, pemudik akan mulai berangkat mulai pekan depan sekitar hari Senin (12/6). ”Sekarang saja mulai berangsur ramai, kemungkinan pekan depan sudah meningkat jumlahnya. Sedangkan, puncak arus mudik diprediksi 3 hari menjelang lebaran Idul fitri,” terangnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak kapal telah menyiapkan kapal cadangan untuk membawa pemudik dari Karimun tujuan Selat Panjang, Bengkalis, Dumai dan Buton. ”Kami tidak memberikan kelonggaran terhadap jumlah penumpang. Harus sesuai dengan jumlah kursi, tidak boleh lebih, tidak ada toleransi,” tegasnya.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here