Pekan Ini, Buruh Mesti Dapat THR

0
680
BANTU LANSIA: Bupati Bintan H Apri Sujadi menyerahkan zakat mal dan bantu lansia di Kijang, di sela safari Ramadan.F-ISTIMEWA/kominfo bintan

Laporkan Perusahaan Bandel ke DPMPTSP

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi menyuruh karyawan/buruh untuk pergi melaporkan ke DPMPTSP dan Naker Bintan, jika belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR), dalam minggu ini. Karena, THR itu wajib dibayarkan pengusaha kepada karyawan, paling lambat seminggu sebelum lebaran Idul Fitri.

”Saya sudah menandatangani surat edaran untuk perintah pembayaran THR, atau tunjangan hari besar agama kepada semua perusahaan dan badan usaha yang ada di Bintan. Surat edaran itu sudah disebar, sejak pekan lalu,” kata H Apri Sujadi, Senin (12/6) kemarin.

”Tak ada alasan lagi bagi perusahaan, tidak mau membayar atau terlambat membayar THR. Kalau dalam minggu ini THR belum dibayar, laporkan ke DPMPTSP dan Naker Bintan,” sambung bupati.
H Apri Sujadi mengharapkan, agar semua warga Bintan dan perusahaan senantiasa tetap menjaga ketertiban selama Ramadan. Termasuk dari kalangan distributor bahan pokok, jangan semena-mena menaikan harga.

Baca Juga :  Anggaran Makan Minum Pegawai Dialihkan Buat Bantuan Sembako Warga Miskin

”Termasuk gas elpiji, kita berharap pasokan gas jangan sampai putus ke tingkat masyarakat. Untuk pengamanan arus mudik lebaran, dari semua pihak terkait sudah melakukan antisipasi sejak dini,” tambah H Apri Sujadi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Bintan Hasfarizal Handra menyampaikan, pihaknya telah mengedarkan surat Bupati Bintan, mengenai pembayaran THR keagamaan, sejak Kamis (8/6) lalu. Surat edaran wajib membayarkan THR itu ditujukan kepada 200-an perusahaan dan badan usaha di Bintan.

Baca Juga :  Deden Masduki Motivasi Pemuda Bintan untuk Berorganisasi

Edaran pembayaran THR itu dituangkan dalam surat edaran Bupati Bintan nomor 570/DPMPTSPTK/543, tertanggal 2 Juni 2017. Pembayaran THR sesuai dengan PP 78/2015, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 6/2016. Perusahaan wajib membayar THR paling lambat tujuh hari sebelum lebaran atau H-7 Idul Fitri 1438 hijriah ini. H-7 lebaran Idul Fitri semuanya harus sudah dibayarkan. Karena, itu sudah hak pekerja atau buruh.

”Tak ada negosiasi dalam pembayaran THR. Dalam minggu ini, atau 7 hari sebelum lebaran wajib dibayarkan THR. Seminggu itu batas waktu paling lambat,” tegasnya.

Baca Juga :  Tak Cuma Kebebasan, Imigran Jadi Tutor Kursus Bahasa

Perusahaan yang terlambat membayar THR, dikenakan denda atau sanksi sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar, sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayarnya. Pengenaan denda ini tidak menghilangkan kewajiban pembayaran THR.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here