Pekerja KEK Galang Batang Kejang-kejang, Langsung Dilarikan ke RSUP

0
208
dr Gamma Isnaen

BINTAN – Karena mengalami sakit, seorang wanita yang bekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang terpaksa dirujuk ke RSUP Kepri Raja Ahmad Thabib, di Batu 8, Kota Tanjungpinang Senin (16/ 3). Wanita itu dikabarkan mendadak sakit dan terjatuh di tempatnya bekerja.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengatakan, wanita yang mendadak sakit itu berusia 45 tahun. Dia sempat ditangani oleh Puskesmas Kawal, sebelum dirujuk ke RSUP Kepri.

”Iya ada pasien wanita dilarikan ke Puskesmas Kawal. Pasien itu dari KEK Galang Batang,” ujar dr Gama.

Gama tidak mengetahui kronologis wanita yang sakit itu. Namun wanita yang berdomisili di Batu 16, Gesek, Kecamatan Toapaya itu dibawa ke Puskesmas, karena mendadak sakit dan terjatuh di tempatnya bekerja, lalu kejang-kejang.

Baca Juga :  Lagi, Polres Bintan Bikin Aksi Donor Darah

Menurutnya, sakit yang diderita wanita itu tidak berbahaya, dan bukanlah penyakit menular, apalagi virus korona (covid-19). Melainkan sakit yang tiba-tiba muncul dikarenakan ada masalah dengan pembuluh darah.

”Itu bukan penyakit covid-19, tetapi seperti stroke. Sekarang wanita itu sudah ditangani tenaga medis di RSUP Kepri. Kami juga lagi menunggu kabar perkembangan kondisi wanita itu dari pihak rumah sakit,” katanya.

Dia mengimbau kepada seluruh pekerja di KEK Galang Batang untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin. Apabila mengalami sakit batuk, flu maupun lainnya langsung periksakan diri ke klinik setempat atau datang ke puskesmas.

”Kita juga sudah minta dokter di Klinik KEK Galang Batang, untuk melaporkan apabila ada pekerja yang sakit apa pun,” ucapnya.

Baca Juga :  Perlengkapan Sekolah Gratis Dibagikan

Sebelumnya, dr Gamma mengingatkan, untuk menghindari terjangkit virus korona, warga sebaiknya tidak berkunjung ke luar negeri, selama virus ini masih menyebar. Jika pun terpaksa pergi, gunakan alat pelindung diri. Seperti menggunakan masker. Begitu pula dengan warga yang tidak berkunjung ke luar negeri. Di dalam daerah sendiri pun sebaiknya menggunakan masker.

”Nah, dalam menggunakan masker, ada teorinya. Jangan banyak pegangpegang atau jangan dikucek-kucek. Karena, kalau dipegang-pegang, kuman bisa nempel, dan ini berbahaya juga bagi pengguna masker,” kata dr Gamma, baru-baru ini.

Kemudian, lanjut dr Gamma, jika berada di daerah endemik atau di daerah suspek terjangkit virus korona, warga juga disarankan tidak banyak memegang barang-barang atau bendabenda di tempat umum. Seperti menghindari memegang tombol, gagang pintu atau fasilitas di toilet. Termasuk juga, jangan banyak bersentuhan atau berinteraksi dengan orang asing, yang tidak dikenal.

Baca Juga :  Bintan lebih Populer di Mancanegara Ketimbang di Nusantara

”Intinya jangan banyak pegangpegang dan bersentuhan dengan orang asing, yang tidak kita ketahui. Bisa saja orang tua atau benda yang dipegang itu ada virus korona,” ucapnya.

Untuk strategi lainnya, dr Gamma mengimbau agar warga selalu berperilaku pola hidup bersih dan sehat. Baik menjadi kebersihan lingkungan maupun diri sendiri. (aan/fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here