Pelabuhan Dompak Makin Tak Jelas

0
250
PELABUHAN Dompak sudah ditumbuhi rumput karena tidak dioperasikan. F-suhardi/tanjungpinang pos

DOMPAK – Kondisi terkini Pelabuhan Dompak yang dibangun Kementerian Perhubungan sampai saat ini semakin tidak ada kejelasan.

Sudah dihabiskan sekitar Rp 120 miliar untuk membangunnya beberapa tahun, namun proyek lanjutan pembangunan Pelabuhan Dompak tak masuk daftar proyek strategis 2018. Sehingga tidak ada anggarannya tahun ini.

Kondisi pelabuhan tersebut saat ini sudah banyak fasilitasnya yang rusak parah. Belum lagi ponton untuk keberangkatan penumpang yang dibuat untuk domestik dan luar negeri, terpantau sudah tidak lagi memungkinkan untuk digunakan.

Bangunan untuk ruang tunggu penumpang, tempat pejalan kaki (trestle area) serta atapnya mulai terbongkar. Meskipun petugas sudah membuat pengumuman tentang larangan setiap pengunjung yang masuk, namun kondisinya semakin memprihatinkan, lantaran semua pihak saling lepas tangan.

Anggota DPRD Kepri daerah Pemilihan Kota Tanjungpinang, Rudi Chua menyampaikan suka tidak suka, mega proyek yang dibangun pemerintah pusat melalui Menhub tersebut harus dilanjutkan.

Politisi yang duduk di Komisi II tersebut mengatakan, Menhub tidak boleh lepas tangan apa lagi menomorduakan proyek yang sudah mereka bangun di Kepri ini.

”Sayang kalau bangunan ini dibiarkan, tanpa adanya kejelasan. Kita minta Menhub untuk kembali menganggarkan, supaya proyek tersebut tetap jalan dan selesai,” terang Rudi.

Sebelumnya, Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Pemprov Kepri Azis Djou menepis dugaan kalau Menhub RI tidak akan melanjutkan pengerjaan proyek pelabuhan tersebut. Walaupun beredar informasi, Pelabuhan Dompak tersebut tidak termasuk proyek strategis pemerintah pusat di daerah.

”Dilanjutkan lah, tak mungkin tidak dilanjutkan, saya optimis,” jelas Aziz kepada wartawan.

Berdasarkan paparan pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Perbendaharaan Keuangan Negara Provinsi Kepri, dua proyek Pelabuhan Dompak dan Tanjungmoco merupakan proyek yang tidak masuk dalam proyek strategis wilayah Provinsi Kepri yang bersumber dari APBN 2018.

Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Keuangan Negara Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan, sejauh ini dirinya tidak mengetahui perihal kedua proyek tersebut tidak masuk dalam daftar proyek strategis pada tahun ini.

Sementara, proyek strategis yang masuk dalam alokasi APBN tahun ini, pembangunan fasilitas pelabuhan Pulau Laut dan Subi masing-masing sekitar Rp 42 miliar dan Rp 46 miliar.

Kemudian, pembangunan dan pengembangan dermaga curah pelabuhan CPO Kabil, Rp 76 miliar, pengembangan Bandara Letung Anambas, subsidi angkutan udara, pekerjaan pengganti dan pemasangan pagar Bandara Dabo.

”Dari data kami, hanya itu yang masuk dalam daftar tahun ini. Apakah karena itu proyek lanjutan dan bernilai tidak besar, sehingga tidak dimasukkan atau ada penyebab lainnya. Nanti kita cek kembali,” paparnya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here