Pelabuhan Kargo dan Kontainer Dipisah

0
55
AKTIVITAS Pelabuhan Batuampar Batam sangat sibuk. f-dok/tanjungpinang pos

Pemerintah Pusat Turut Benahi Pelabuhan Batuampar Batam

Pemerintah pusat menyiapkan Pelabuhan Batuampar Kota Batam khusus sebagai pelabuhan kontainer. Sementara untuk kargo, sedang disiapkan dipindah dari Pelabuhan Batuampar ke Pelabuhan Bintang 99 Persada. Pelabuhan itu letaknya di samping Pelabuhan Batuampar. Sehingga memudahkan arus lalulintas barang di pelabuhan.

BATAM – Demikian disampaikan Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam, Nasrul Amri Latif, Senin (31/12), terakit persiapan Pelabuhan Batuampar fokus dengan kontainer dan tidak akan menampung barang kargo kiriman lagi.

Barang kargo ditampung Pelabuhan Bintang 99 Persada yang letaknya di sebelah Pelabuhan Batuampar.

”Pemerintah pusat akan menjadikan Batuampar sebagai pelabuhan kontainer. Kargo di pelabuhan sampingnya yang bisa dimanfaatkan,” kata Nasrul.

Diakuinya, selama ini kargo dan kontainer diantar ke Batuampar, sehingga menimbulkan penumpukan ribuan ton barang. Menimbulkan kemacetan karena banyaknya truk yang menjemputnya. Membuat kesan berantakan sangat mengakar di Batuampar.

”Setiap tahun, ada 600 ribu hingga 700 ribu ton kargo di Batuampar. Itu banyakan barang konsumsi masyarakat,” bebernya.

Sementara untuk barang kontainer, bisa mencapai 520 ribu TEUs. Kondisi itu yang disikapi agar pengembangan pelabuhan berjalan dengan memisahkan keduanya dan tidak boleh bercampur. ”Kalau dicampur, dampaknya menimbulkan kemacetan,” sambung Nasrul.

Terkait pelabuhan Bintang 99 Persada, disebutkan sudah ada sejak tahun 2010. Pada tahun 2014, BP sudah ancang-ancang untuk mengembangkan Pelabuhan Batuampar dengan memanfaatkan Pelabuhan Bintang 99 Persada, namun baru bisa terealisasi saat ini.

”Pelabuhan itu konsesi 30 tahun, jadi aset dan reklamasi punya mereka. Pelabuhan tersebut jadi sub terminal Batuampar. Kami lakukan penataan Batuampar agar bisa direvitalisasi dengan baik,” jelasnya.

Dulunya, pelabuhan kargo baru ini digunakan Bintang 99 Persada sebagai pelabuhan umum, dimana kegiatan kargo dan penumpang bisa dilakukan. Namun setelah khusus menjadi pelabuhan kargo, maka akan ditata lagi.

”Untuk jalan masuk ada di dekat Pantai Stres, namun BP akan merobohkan gudang tua milik Persero untuk membuat jalan baru menuju pelabuhan,” kata dia.

Untuk anggaran awal, BP akan menggunakan tambahan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp340 miliar dan Rp100 miliar akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan di Batam.

”Tinggal menambah alat bongkat muat yang tepat seperti crane, resteker, toploader agar bisa segera operasional. Target tahun 2019 selesai,” katanya.

Sementara Kabid Kepelabuhanan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Dody mengatakan, Pelabuhan Bintang 99 Persada memiliki luas sekitar 14 hektare. Izin operasionalnya kata Dody sudah keluar sejak Oktober 2018. Dan sekarang tinggal melengkapi pelabuhan tersebut dengan peralatan bongkar muat.

”Skema kerja sama adalah Bintang 99 akan membangun pelabuhan, kemudian diserahkan asetnya ke BP Batam dengan Bintang 99 menjadi operatornya,” katanya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here