Pelabuhan Kepri Harus Berkelas Dunia

0
665
kondisi Pelabuhan kargo Batuampar, yang merupakan pelabuhan terbesar di Batam (inset). f-net

Kepala Bappenas RI Minta Saingi Singapura

Kepri amat istimewa di mata Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro. Provinsi ini pun didorong untuk mengimbangi Singapura. Untuk itu, pembangunan harus berkelas dunia.

Tanjungpinang – BATAM, kata dia, tak bisa mengimbangi pesatnya pembangunan seperti Singapura bila pembangunannya tanggung-tanggung. Misalnya, membangun pelabuhan harus dengan kapasitas besar.

”Harus ada pelabuhan yang menjadi seperti Singapura,” kata Bambang saat Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) dalam Rangka Penyelarasan Kebijakan Pembangunan Nasional dan Daerah Tahun 2018 di Hotel Harmoni One, Batam, Selasa (21/2) malam.

Maka, untuk meminta pembangunan pelabuhan skala besar, bisa diminta ke Kementerian Perhubungan atau Pelindo.

Tahun 2018, beberapa fokus sektor unggulan adalah pertanian, industri pengolahan dan pariwisata. Di Kepri, Bambang melihat pariwisata dan industri pengolahan sangat bisa berkembang pesat. Demikian juga dengan pertanian. Semua sektor ini bisa membuka lapangan kerja yang besar.

”Kita harus kelola, memenej dan marketingkan, terutama pariwisata,” pesannya.

Bambang juga menginginkan terus ada sinkronisasi dan koordinasi yang semakin baik antara pusat dan daerah. Bambang minta setiap provinsi terus berinovasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Bambang berpesan, agar pergerakan ekonomi daerah tidak hanya tergantung pada APBN dan APBD. Gali dan terus dorong potensi swasta.

Menurut Bambang, Presiden Jokowi ingin ekonomi daerah tumbuh setinggi-tingginya. Daerah jangan hanya ikut langgam pusat. Buat kebijakan yang ikut mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

”Kita dorong pertumbuhan ekonomi tinggi, yang tentu akan diapresiasi masyarakat dan masyarakat juga akan menikmatinya,” kata mantan Menteri Keuangan ini.

Kata Bambang, itulah pentingnya kualitas belanja APBD. Ini yang namanya investasi pemerintah lewat belanja modal.

”Kalau terlalu kecil belanja modal, jangan harap pertumbuhan ekonomi akan terjadi,” kata Bambang.

Dalam kesempatan itu, Menteri PPN Bambang Brodjonegoro juga menekankan tentang pentingnya belanja yang berkualitas dan efisien. Berapa pun uang yang ada yang ditransfer dari pusat, harus bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Kita ingin setiap rupiah yang dikeluarkam dalam APBD, jelas larinya kemana. Harus bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Kepri, sebagai provinsi kepulauan, kata Bambang, tentu beda pengelolaannya dengan daerah yang dominan daratannya. Bambang melihat ada kegiatan yang bisa didorong jadi proyek infrastruktur skala besar.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, Kepri yang berbatasan langsung dengan negara maju (Singapura), harus terus membangun untuk mengejar kemajuan itu. Apalagi daerah ini memiliki 2.408 pulau, dengan luas laut sebesar 96 persen.

”Ini menjadi tantangan kita untuk terus memajukan Kepri Menjadikan Kepri sebagai poros maritim dunia,” kata Nurdin.

Nurdin mengatakan, sebagai provinsi kepulauan, ada tantangan berupa konektivitas baik konektivitas antarpulau maupun di dalam pulau-pulau. Karena itu, Nurdin sangat fokus dalam pembangunan infrastruktur.

Gubernur pun mengucapkan selamat datang kepada 600 orang dari semua provinsi tersebut. Kata gubernur, Kepri adalah miniatur Indonesia yang warga dari semua provinsi ada. Kehadiran semua warga sangat baik untuk pertahanan maupun perekonomian.

Ia pun menginginkan kualitas belanja APBD semakin tahun semakin berkualitas. Anggaran yang digunakan harus bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Kepri.

”Anggaran yang tersedia harus bermanfaat untuk ekonomi daerah,” kata Nurdin.

Kepri Minta Waduk, Stadion, Jembatan, Bandara, Pelabuhan dan Jalan
Kepala Bappeda Provinsi Kepri, Naharuddin mengatakan, Rakortek ini merupakan langkah awal yang sangat penting agar usulan-usulan daerah masuk ke kementerian/lembaga.

Semua usulan ini akan dibahas saat Musrenbang nasional yang rencananya digelar April mendatang.

”Kalau usulan tidak masuk di Rakortek ini, maka tidak mungkin dibahas di Musrenbang nasional. Tak dibahas di Musrenbang nasional, tak mungkin pula direalisasikan tahun depan,” ujarnya saat dihubungi via ponselnya, Rabu (22/2).

Pria yang akrab dipanggil Pak N ini menjelaskan, sebelum Rakortek digelar, Pemprov dan 7 kabupaten/kota di Kepri sudah melakukan rapat dan mengumpulkan semua usulan-usulan untuk disampaikan saat Rakortek.

Jadi, semua usulan daerah sudah disampaikan di Rakortek yang digelar tiga hari tersebut, mulai Selasa (21/2) hingga Kamis (23/2) hari ini.

Ada beberapa usulan besar dari Kepri, seperti pembangunan jembatan di Tanjungpinang yang merupakan bagian dari jalan lingkar, pembangunan dermaga di Natuna, pembangunan Waduk Kawal di Bintan, lanjutan pembangunan Bandara Anambas dan lainnya.

”Semua daerah ada usulannya dan sudah kita sampaikan. Dan semua usulan bersifat fisik harus dilengkapi dengan DED (Detailed Engineering Design) termasuk RAB (Rencana Anggaran Biaya),” tambahnya.

Hampir semua kementerian/lembaga hadir saat Rakortek ini. Usulan dari Kepri akan disampaikan ke masing-masing kementerian/lembaga sesuai bidangnya.

”Yang kita usulkan itu semuanya skala besar. Termasuk pembangunan Stadion Dompak yang membutuhkan anggaran hingga Rp 800 miliar. Membangun Jembatan Pulau Bayan Tanjungpinang juga ratusan miliar,” katanya mencontohkan proyek-proyek besar di Kepri.

Kepala Bappenas, kata Pak N, diminta melakukan pembangunan berkelas dunia untuk menjadikan provinsi ini menjadi perhatian dunia internasional.

Dengan demikian, maka investor dan turis akan berlomba-lomba datang ke Kepri. Agar Kepri bisa bisa menjadi tujuan top dunia, maka infrastruktur harus dilengkapi. Kata Bambang, menjadikan Kepri sebagai tujuan top dunia bukan hal mustahil.

Kepri berada di posisi yang sangat strategis, sumber daya alam melimpah dan kawasan wisata baharinya berkelas dunia.

Kawasan wisata bahari Kepri, sebenarnya lebih baik dari Bali. Karena itu, dengan menjadikan Kepri berkelas dunia, provinsi ini bukan untuk menyaingi Bali lagi.

Bali ke depan harus menjadi tujuan wisata nomor dua Indonesia dan Kepri menjadi nomor satu.

”Kepri ini diminta berkelas dunia. Artinya, Bali untuk untuk saingan. Kita harus jadi tujuan utama investor dan turis dunia,” jelas Naharuddin.

Karena itulah, pembangunan di Kepri saat ini bukan terfokus lagi hanya di daratan. Namun, infrastruktur kemaritiman dan tol udara, tol laut dan darat menjadi fokus pembangunan.

Ia mencontohkan, menjadikan Kepri berkelas dunia, maka transportasi udara dan laut ke Anambas harus ada. Di Letung Anambas sudah ada bandara, namun masih perlu dibenahi lagi.

Ini salah satu yang diminta dibenahi. Dengan demikian, transportasi ke Anambas akan mudah. Investor akan datang ke sana demikian dengan turis.

Pantai Padang Melang dan Pulau Bawah merupakan destinasi wisata yang belum terjamah. Semua ini karena transportasinya belum lancar.

”Kalau pelabuhan dan bandara sudah lancar, turis dan investor akan ramai-ramai ke sana,” ungkapnya.

Saat Rakortek tersebut, usulan dari Kepri lebih pada kemaritiman karena posisi Kepri memang kepulauan. Sektor kelautan dan perikanan hingga pariwisata menjadi hal penting yang disampaikan.

Kepri ini akan dibangun menjadi pariwisata berkelas dunia. Itu karena destinasi wisata dan objek wisata di Kepri punya potensi untuk dikembangkan. Karena itu, ada sinergitas pembangunan daerah dengan pusat.

Semua usulan yang diterima dari daerah akan dimasukkan di E-proposal, sistemnya Bappenas. Namun, semua usulan yang disampaikan harus lengkap syaratnya untuk meyakinkan kementerian/lembaga bahwa itu skala prioritas di Kepri.

Namun, menjadikan Kepri menjadi daerah berskala dunia harus didukung semua pihak baik masyarakat maupun swasta.

Bali, kata dia, warganya hidup dari sektor wisatanya. Maka, warga Kepri juga harus seperti itu. Dengan demikian, maka investasi tumbuh, turis banyak datang dan uang datang dengan sendirinya.

Kepri dengan multi adat budaya, salah satu modal besar membangun sektor wisata selain destinasinya yang luar biasa. Kemudian, warga Kepri juga ramah, terbuka dan sopan santun.

”Ini semua modal kita. Tinggal masyarakat yang harus bisa mengikuti Bali yang turut serta membangun sektor wisatanya. Masyarakat kita harus respek,” bebernya.

Dijelaskannya, rakor tersebut untuk wilayah regional barat dengan 17 provinsi yaitu Aceh, Riau, Sumatera Utara, Kepri, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Sumsel, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan Yogyakarta.

Gubernur pun mengucapkan selamat datang kepada 600 orang peserta yang hadir 17 provinsi tersebut.(Martunas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here