Pelabuhan Letung Tak Kunjung Dioperasikan

0
555
PROSES naik turunnya penumpang ketika akan berlayar menggunakan Kapal KM Bukit Raya di tengah laut Kecamatan Jemaja yang membahayakan keselamatan penumpang.F-ISTIMEWA

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jemaja meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Anambas, dan Pemerintah Provinsi Kepri dan pihak Kementerian Perhubungan agar serius menindaklanjuti terkait pelabuhan untuk kapal KM Bukit Raya.

ANAMBAS – Hingga kini, kapal KM Bukit Raya milik PT Pelayaran Nasional belum bisa berlabuh di Pelabuhan Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Sejak lama beroperasi, masyarakat Jemaja belum juga menikmati pelayanan yang baik terkait sandarnya kapal milik PT Pelni tersebut.

Hingga sekarang masih saja turun naik penumpang, ketika berlayar menggunakan kapal Bukit Raya dilakukan di tengah laut. Ia menilai, hal ini tidak patut lagi terjadi dan pemerintah harus jeli dan jangan hanya bisa memberi janji-janji politik yang tidak pasti.

Baca Juga :  Berharap KKN Dapat Memenuhi Harapan Masyarakat

”Saya sebagai masyarakat Jemaja sangat berharap kepada semua pihak baik Pemda, Pemprov maupun Pemerintah Pusat khusus Kementerian Perhubungan, agar serius menangani persoalan yang dibutuhkan masyarakat Kecamatan Jemaja. Jangan hanya bisa janji-janji saja,” tegas Mudahir selaku Ketua KNPI Kecamatan Jemaja ketika dihubungi wartawan, Minggu (18/3).

Ia menyampaikan, masyarakat semulanya berharap setelah kapal tersebut usai docking dan berlayar tujuan pelabuhan Letung dari pelabuhan Kijang akan terjadi sandar kapal ketika menurunkan dan menaikan penumpang.

Namun, pada malam Minggu (17/3) sekitar pukul 19.00 kapal Bukit Raya tiba belum juga kapal KM Bikit Raya bisa berlabuh di pelabuhan Letung dan masih labuh jangkar di tengah laut.

Baca Juga :  PT SIC Ngaku Tak Nyuri Pasir

”Miris melihat pemandangan itu. Tengah malam, awak kapal menaikkan, dan menurunkan penumpang. Kalau ada apa-apa, siapa yang akan bertanggung jawab,” kesal dia.

Ia menambahkan, tentu hal itu membuat masyarakat Jemaja menjadi sangat kecewa dan masih tetap menunggu keputusan tentang hal itu. Sebelumnya, Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Tarempa telah menyurati kepada Direktur PT Pelni.

Tajuannya, agar segera melakukan uji coba sandar kapal dan itu sudah dilakukan oleh pihak PT Pelni. Namun, hasil dari survei belum diketahui sejak sekarang berdasarkan Surat Menteri Perhubungan PR. 007/1/3/PHB-2018 tanggal 16 Januari 2018 perihal kegiatan yang diusulkan untuk diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Tahun 2018. Maka, perlu dilakukan uji coba sandar kapal KM Bukit Raya tersebut. Jika memang tidak layak atau sulit untuk sandar di pelabuhan itu, maka hal itu perlu dipertayakan terkait pembangunan pelabuhan Letung.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here