Pelabuhan Mocco Menyedihkan

0
632
PELABUHAN TANJUNGMOCO: Para pekerja terus membangun pelabuhan Tanjung Moco Dompak 2016 lalu. Sudah tujuh tahun, pelabuhan ini belum juga rampung. f-suhardi/tanjungpinang pos

Pembangunannya Dimulai Sejak 2009 lalu

Proyek pembangunan pelabuhan kargo Tanjungmocco yang mestinya sudah selesai sejak tiga tahun silam, sampai kini belum bisa difungsikan.

TANJUNGPINANG – Pelabuhan ini sering juga disebut warga dengan Pelabuhan Mocco. Selain akses jalannya yang memprihatinkan, pengerjaan dermaga pelabuhan juga belum rampung. Padahal, proyek ini sudah dimulai sejak 2009 silam dan menelan biaya puluhan miliar rupiah. Kini sebagian pengerjaan yang sudah selesai dikerjakan terlihat mubazir dan tidak bisa dipakai.

Padahal, wilayah Tanjungmocco sudah diuntungkan dengan ditetapkannya sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ). Namun, belum ada kontribusi pelabuhan ini untuk daerah. Padahal pembagunanya sudah menelan biaya yang cukup banyak.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto juga bingung dengan kondisi pembangunan Tanjungmocco yang tidak ada progresnya. Bobby mengaku warga Tanjungpinang tentu sedih karena uang sebesar itu dialokasikan untuk membangun daerah ternyata tidak ada hasil. Padahal, kata Bobby investor sudah mulai melirik FTZ Tanjungpinang, salah satunya sudah ada investor yakni perusahaan yang akan membangun pabrik rokok masuk di Dompak.

”Jangan-jangan setelah perusahaan itu beroperasi, pelabuhann kargo sebagai pelabuhan pendukung industri belum juga bisa difungsikan,” sebutnya.

Kata dia, Kadin sangat mendukung upaya BP Kawasan Tanjungpinang, mendatangkan investor rokok. Tapi, ia minta pemerintah daerah juga mempersiapkan infrastruktur di kawasan itu. Masih banyak yang harus dibangun di kawasan itu, mulai jalan, pelabuhan hingga sarana listrik dan air.

”FTZ itu adalah produk unggulan tapi sayang kita di sini, tidak menyediakan infrakstruktur dulu jadilah FTZ kita seperti mati suri,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan melaksanakan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk membahas kelangsungan pembangunan pelabuhan Dompak dan pelabuhan Tanjungmoco yang sudah dimulai sejak tahun 2009 lalu.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Mauritz H.M. Sibarani bertempat di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta , Kamis (23/2) lalu. Rapat ini dihadiri Wakil Walikota Tanjungpinang H. SyahrulDirektur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Mauritz mengatakan, untuk kelanjutan pembangunan pelabuhan Dompak dan Tanjungmocco Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemko Tanjungpinang diharapkan segera menyerahkan dokumen perencanaan kepada Kementerian Perhubungan.

Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang mendukung pembangunan pelabuhan di wilayah tersebut dengan harapan Kementerian Perhubungan dapat melanjutkan sesuai rencana semula, dilengkapi dengan sarana dan prasarana.

”Menyangkut masalah tanah di lokasi tersebut, ada tanah Pemko , DED juga sudah ada. DED yang ada tersebut saat ini sedang direvisi oleh Pemerintah Provinsi Kepri.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here