Pelabuhan Sebauk Ambruk

0
262
Salah satu jurnalis melihat kondisi jembatan Sebauk di Senggarang yang ambruk, Kamis (29/11) f-istimewa

Pelabuhan Sebauk di Kelurahan Senggarang sudah roboh. 175 meter bagian pelabuhan ini dicor dengan beton, 125 meter lainya tidak.

TANJUNGPINANG – Yang tidak dicor beton itulah yang roboh. Warga setempat berharap agar pelabuhan tersebut diperbaiki. Warga juga heran, setiap ada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), tingkat kelurahan, tingkat kecamatan bahkan tingkat kota, warga mengusulkan kepada Pemko dan DPRD agar diperbaiki tapi, belum juga terealisasi.

Warga menuding pemerintah hanya memberikan harapan palsu. Sebab, sudah berkali-kali utusan pemerintah melakukan pengukuran ke lokasi tersebut, tapi tetap tidak juga diperbaiki. Kondisi sangat miris sekali. Hampir semua tiang pelabuhan yang belum memiliki lantai sudah pada goyang.

Terlihat saat diterjang gelombang air laut atau kapal sandar. Besi yang ada di dalam tiang sebagai pondasi sudah berkarat. Pelabuhan tersebut tidak bisa fungsikan lagi.

”Kalau tidak salah diakhir masa jabatan Walikota Ibu Tatik dulu jembatan ini sudah mau roboh,” kata Bujang, salah satu warga Sebauk dijumpai oleh awak media ini di Sebaok, Tanjungpinang, Kamis (29/11).

Bujang mengatakan, pembangunan pelabuhan Sebauk hanya separuh yang dilantai dengan cor beton. Sisanya, lantai pelabuhan menggunakan kayu. Agar masyarakat bisa menggunakan akses pelabuhan yang dibangun oleh Pemko Tanjungpinang sekitar tahun 2010 lalu.

Para nelayan di Sebauk yang selalu menggunakan akses pelabuhan tersebut. Karena kapal milik para nelayan selalu sandar di pelabuhan tersebut.

”Mana ada pemerintah mau memperhatikan pelabuhan kita ini,” ucap dia.

Memang, kata dia, ada beberapa petugas datang berseragam coklat datang hingga mengukur pelabuhan Sebauk. Kedatangan rombokan dari pemerintah, tidak hanya sekali saja.

Tapi, terus-terusan datang. Mereka datang hanya melihat hingga mengukur.

”Entah kapan dibetulin jembatan ini. Katanya mau dibetulin dan ditambah lagi. Tapi, nyatanya sampai sekarang tidak juga,” tegas dia.

Pemerintah, katanya, hanya memberikan harapan paslu kepada masyarakat. ”Kita ingin pemerintah memperhatikan pelabuhan ini,” harap dia.

Harapan yang sama datang dari Zulkifli, warga Sebauk. Pria ini berharap, pemerintah untuk memperhatikan pelabuhan Sebauk. Agar pembangunan yang sudah dibangun oleh pemerintah tidak sia-sia dan membazir anggaran rakyat.

”Dulu, rombongan Walikota pernah jatuh. Kayu lantai patah. Ya, maklum saja sudah rapuh kayunya,” terang dia.

Atas kejadian tersebut, kata Zul, pemerintah langsung memperbaiki lantai pelabuhan tersebut. Tapi, perbaikan lantai pelabuhan hanya dilakukan sekali saja. ”Sekarang dibiarkan saja. Sampai tiang pelabuhan goyang. Kalau air surut, nampak besi pada tapak tiang. Tinggal roboh lagi tuh,” sebut dia.

Sementara itu, Lurah Senggarang, Iman Syatria mengatakan, Pelantar Sebauk roboh sudah terjadi sejak lama. Pasalnya, ia baru menjabat sebagai Lurah pada tahun 2017 lalu, pelantar tersebut sudah dalam kondisi rusak parah hingga roboh.

”Saya tidak tahu sejak tahun berapa. Saya sudah jadi lurah saja, pentar itu sudah roboh,” kata Iman Syatria. Iman katakan, pihak RT/RW sudah sering ajukan pelantar Sebauk ke dalam Musrenbang.

Tapi, nyatanya sampai sekarang tidak juga kunjung dikabulkan. ”Kita sudah sampaikan ke Pak Walikota,” sebut dia. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here