Pelabuhan Sebauk Roboh

0
197
Pelabuhan Sebauk di Kelurahan Senggarang sudah roboh. Warga minta pemerintah memperbaikinya. f-andri/tanjungpinang pos

DPRD dan Pemko Dituding Tak Peduli

Pelabuhan Sebauk di Senggarang roboh sebelum sepampat dipergunakan warga. Sejak dibangun belasan tahun lalu, pelabuhan ini tidak kunjung rampung. Panjangnya sekitar 300 meter, namun hanya sebagian yang di lantai.

TANJUNGPINANG – Sepanjang 175 meter bagian pelabuhan itu sudah dicor dengan beton, tapi masih sisanya 125 meter lagi tidak dicor. Yang tidak dicor beton itulah yang roboh. Warga setempat berharap Pemko mau memperbaikinya. Warga juga heran, setiap ada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), tingkat kelurahan, tingkat kecamatan bahkan tingkat kota, warga mengusulkan kepada Pemko dan DPRD agar diperbaiki tapi, belum juga terealisasi hingga sekarang.

Padahal, pelabuhan itu sangat dibutuhkan bagi nelayan, sebagai akses untuk melaut. Sebagai akses untuk tempat berlabuh kapal nelayan. Bahkan warga menuding pemerintah hanya memberikan harapan palsu. Sebab, sudah berkali-kali utusan pemerintah melakukan pengukuran ke lokasi tersebut, tapi tetap tidak juga diperbaiki. Kondisi sangat miris sekali. Hampir semua tiang pelabuhan yang belum memiliki lantai sudah pada goyang. Pelabuhannya tinggal kerangka saja.

”Kalau masyarakat berteriak lagi, pemerintah turun ke lokasi. Setelah itu tidak ada juga perbaikan hingga saat ini,” kata Zulkifli, salah satu warga Sebauk kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (27/3).

Zulkifli merasa prihatin dengan kondisi Pelabuhan Sebauk, yang semakin lama rusak parah. Pasalnya, ada beberapa tiang penyangga lantai pelabuhan sudah terlihat kerangka besi.

Satu per satu tiang cor runtuh. Kerangka besi tiang pondasi bisa terlihat dengan kasat mata.

Ada juga tiang penyangga pelabuhan sudah pada miring hingga bergoyang kena ombak.

”Sudah lama pemerintah turun hingga mengecek kondisi pelabuhan ini. Tapi, tidak juga diperbaiki. Entahlah pemerintah sepertinya tidak peduli dengan permintaan masyarakat,” ucap dia sambil menunjukkan raut wajah kesal terhadap pemerintah yang tak kunjung memperbaiki Pelabuhan Sebauk.

Menurutnya, Pelabuhan Sebauk salah satu pelabuhan yang dijadikan akses masyarakat setempat, baik mau turun ke laut hingga pulang dari laut mencari ikan dan sebagainya.

”Tidak lucu pulak, tiba-tiba pelabuhan itu runtuh. Ya, kalau ya tidak ada korban jiwa. Kalau ada, apakah pemerintah mau bertanggungjawab atas kejadian tersebut,” ujarnya.

Ia sangat berharap, pemerintah untuk segera memperbaiki Pelabuhan Sebauk. Agar pelabuhan tersebut dalam kondisi baik, seperti pelabuhan lainnya.

”Ini tidak, sudah tinggal kerangka, kerangka besipun terlihat. Nasib,” sebut dia.

Bujang, salah satu masyarakat Senggarang, berharap yang sama kepada pemerintah untuk memperbaiki Pelabuhan Sebauk. Kalau tidak bisa sepenuhnya, saran dia, pemerintah bisa perbaiki Pelabuhan Sebauk secara bertahap alias berangsur-angsur.

”Jangan tidak sama sekali,” sebut Bujang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang, Hendri mengatakan, pihaknya tidak ingat persis, apakah Pelabuhan Sebauk dianggarkan pada 2019 ini, atau tidak. Kalau dianggarkan, maka pihaknya akan melaksanakan penanganan pada tahun 2019 ini.

”Nanti, kita cek dulu. Karena banyak kegiatan yang membuat saya tidak ingat satu per satu,” ucap dia.

Ia sarankan kepada awak media ini, untuk tanya langsung kepada Lurah Senggarang, apakah kondisi Pelabuhan Sebauk diusulkan hingga dimasukkan ke Musrenbang atau tidak.

”Diusulkan tidak dengan RT/RW pada Musrenbang,” sebut Hendri.

Terpisah, Lurah Senggarang, Iman Syatria mengatakan, sejak dirinya menjabat sebagai Lurah Senggarang pada 2017 lalu sampai sekarang, pihaknya masih tetap mempertahankan dan mengusulkan perbaikan Pelabuhan Sebauk dari masyarakat melalui perangkat RT/ RW setempat, pada kegiatan Musrenbang tingkat Kelurahan Senggarang. ()

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here