Pelabuhan Sijantung Terbengkalai

0
1003
Pelabuhan sijantung: Pejabat Pemprov Kepri saat meninjau pelabuhan Sijantung, Barelang beberapa waktu lalu. F-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Semangat pemerintah Kota Batam dan pemerintah Kepri yang tinggi saat merencanakan dan memulai pembangunan Pelabuhan Sijantung, tidak terlihat lagi saat ini.

Setelah pelabuhan itu selesai dibangun, malah tidak terlihat lagi antusiasme untuk mengelolanya. Pemko Batam sendiri mengaku masih menunggu Pemprov Kepri.

Wali Kota Batam, HM Rudi, Jumat (21/4) di Batam mengakui, Pelabuhan Sijantung belum dikelola, walau pembangunan dilakukan Pemko dan Pemprov, namun Rudi menyebutkan jika leading sector-nya di Pemprov Kepri.

Hingga saat ini belum ada kepastian kapan akan mulai dikelola pemko dan pemprov, melalui badan usaha kepelabuhanan (BUP) seperti direncanakan sebelumnya.

”Kata pelabuhan Sijantung itu, leading sector-nya di Pemprov. Tanya pemprov aja,” katanya.

Baca Juga :  RPH Gagal Dibangun karena Sewa Tanah

Demikian, Pemko membuka peluang untuk mengelola pelabuhan yang letaknya di Galang itu.

Dimana, Pemko akan mencari jalan dalam mengelola, jika Pemprov Kepri menyerahkan pengelolaannya ke Pemko. Tapi saat pembangunan berjalan tahun lalu, pelabuhan itu direncanakan akan dikelola PT Pelabuhan Kepri dan badan usaha kepelabuhan (BUP) Batam.

”Walau diserahkan kelolanya ke Pemko, kita akan pikirkan caranya. Karena terkait transportasi jalur darat. Akses darat ke sana masih sulit,” beber Rudi.

Sementara, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, soal Pelabuhan Sijantung dinilai perlu pembahasan khusus dengan Pemprov.

Pembahasan terkait dengan transportasi darat. Jika pelabuhan itu sudah difungsinya, dinilai dapat mendorong lahirnya daerah pertumbuhan ekonomi yang baru.

Baca Juga :  BP Minta Dukungan BPK di Perbaikan Laporan Keuangan

”Bagus kalau ada akses. Bisa mempercepat jalur laut Batam-Lingga. Dengan aktivitas di Sijantung, akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru,” bebernya.

Pembangunan Pelabuhan Sijantung sendiri dinilai dengan anggaran sekitar Rp17,3 miliar. Pembangunan dilakukan, untuk memperpendek jalur pelayaran, Batam-Lingga.

Sehingga, hasil produksi pertanian Kabupaten Lingga, bisa dipasarkan di Batam. Namun kini pelabuhan itu tidak berfungsi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Yusfa Hendri mengakui, Pelabuhan Sijantung, sudah selesai dibangun. Namun untuk pemanfaatannya belum dilakukan. Alasannya, angkutan jalur darat ke pelabuhan dari Batam belum ada. Sehingga belum ada operator kapal Batam-Lingga, yang memanfaatkan.

Pelabuhan Sijantung sendiri merupakan pelabuhan yang dibangun saat Dinas Perhubungan Kepri dipimpin Muramis dan Dishub Batam yang dipimpin Zulhendri.

Baca Juga :  Ingatkan Pentingnya Big Data Sistem Pemerintah

Alasan pembangunan saat itu, memperpendek jalur pelayaran dan mendukung distribusi bahan pangan dari Lingga. Jika Batam-Lingga (Sekupang) ditempuh delapan jam, maka lewat pelabuhan Sijantung dapat ditempuh empat jam.

”Transportasi darat ke Sijantung dari Batam masih kendala. Sehingga operator kapal dan warga enggan memanfaatkan pelabuhan,” beber Yusfa.

Pelabuhan Sijantung sendiri terletak di Galang dengan jarak tempuh dari Batam sekitar satu jam lebih, menggunakan transportasi darat. Pembangunan pelabuhan Sijantung diawali tahun 2014. Kelanjutan pembangunan awalnya akan dilakukan tahun 2015.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here