Pelabuhan Sribintan Pura Masih Semrawut

0
53
turis berteduh disamping kantor KSOP Pinang karena hujan. f-abas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang sebagai pintu masuk wisatawan kembali menjadi sorotan anggota dewan.

Anggotan dewan menyoroti sistem parkir yang semrawut, penimbulan tanah di dalam pelabuhan membuat pengendara sangat sulit mencari parkir. Belum lagi masih minimnya fasilitas yang disediakan.

Padahal, janji PT Pelindo sebagai pengelola pelabuhan menaikan pas masuk di SBP Domestik dari Rp5 ribu naik jadi Rp10 ribu pada Juli lalu, termasuk terminal internasional, untuk WNI dari Rp35 ribu kini menjadi Rp40 ribu dan WNA dari Rp55 menjadi Rp60 ribu per orang, untuk meningkatkan pelayanan. Tapi, kehingga kemarin belum terbukti peningkatan pelayanan. Diarea pelabuhan sendiri masih banyak jalan berlubang, membuat pengantar dan penjemput penumpang harus hati-hati.

Belum lagi hak pejalan kaki belum diberikan. Tidak ada jalur khusus pejalan kaki yang membawa kopor. Bus yang menjemput mereka tidak bisa masuk ke dalam pelabuhan. Mereka harus berjalan kaki sampai di depan gedung daerah. Bila hujan, mereka basah-basah baru sampai ke bus. Hal ini dikatakan, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (5/12) pagi.

Ia menilai, kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat khususnya pengguna jasa Pelabuhan SBP tersebut.

Belum lagi, melihat para turis yang merasa tidak nyaman karena berjalan membawa koper ke luar dari pelabuhan. ”Lumayan jauh para turis itu berjalan sambil membawa koper, apalagi ukurannya tak jarang yang besar,” ujarnya.

Menurutnya, jika turis atau penumpang domestik harus berjalan kaki ke luar kerena bus tak bisa masuk tidak jadi masalah, asalkan disediakan trotoar untuk berjalan kaki. ”Ini bus tidak bisa masuk dan jalan khusus pejalan kaki pun tidak ada, jadi semakin tidak nyaman untuk turis,” paparnya.

Ia berharap manajemen PT Pelindo Tanjungpinang segera membenahi hal-hal yang penting itu, di luar hal lain. Jangan sampai lalai yang merugikan masyarakat. Reni menuturkan, di masa kepemimpinan I Wayan, GM PT Pelindo sebelumnya sudah berjanji akan membenahi beberapa hal yang penting tersebut.

Bahkan anggarannya sudah di plot dan akan dikerjakan tahun ini. Meski demikian, Reni melihat progres kerjanya tidak cepat. ”Kita menunggu perwajahan Pelabuhan SPB harus bagus dan cocok menjadi pintu masuk bagi turis,” ungkapnya.

Reni menambahkan pembenahan kawasan SPB dinilai wajar karena pemerintah dan masyarakat sudah merelakan kenaikan pas masuk domestik maupun internasional naik dari sebelumnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here