Pelabuhan Tambang tak Berizin Bisa Dipidana

0
126
Direktur IISM, Rizki Syahrir saat memberikan sosialisasi regulasi dan perizinan pertambangan di Gedung Nasional Dabo Singkep, kemarin. f-TENGKU/TANJUNGPINANG POS

LINGGA- Setiap perusahaan yang melakukan pengangkutan bahan tambang dengan memanfaatkan garis pantai untuk kepentingan sendiri harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi.

Hal ini dikatakan Direktur Indonesian Institute for Sustainable Mining (IISM), Rezki Syahrir usai menjadi moderator pada diskusi publik yang ditaja Pemerintah Kabupaten Lingga dengan tema ’Regulasi Perizinan dan Ketentuan Pidana Pengusahaan Pertambangan Mineral’ di Gedung Nasional Dabo Singkep, Kemarin.

Ia menuturkan, kegiatan pembuatan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) wajib memiliki izin Tersus. Hal itu diungkapkansesuai Pasal 339 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Ia menuturkan, di sana sangat tegas dijelaskan setiap pemanfaatan garis pantai untuk melakukan kegiatan tambat kapal dan bongkar muat barang di luar kegiatan di pelabuhan, Tersus, TUKS, wajib memiliki izin.

Ketika ditanya bila perusahaan tambang itu tidak mengurus izin namun melakukan kegiatan tambat kapal dan pengangkutan bahan tambang dengan memanfaatkan garis pantai, Rezki menjelaskan bahwa ketentuannya pidana.

Itu pun sudah diatur dalam Pasal 297 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. ”Jadi, jangan sampai beranggapan setelah mendapat IUP Operasi Produksi, sudah bisa mengoperasikan pelabuhan tambat kapal dan pengangkutan bahan tambang. Ketentuan Undang-Undang mewajibkan memiliki izin pelabuhan, Tersus atau TUKS. Jika dilanggar, ya ancamannya pidana penjara 2 tahun dan denda Rp300 juta,” katanya.

Rezki terlihat heran saat diinformasikan mayoritas pelabuhan tambat kapal dan pengangkutan bahan tambang di wilayah Kabupaten Lingga tidak memiliki izin. Padahal, aparatur kepelabuhanan seperti syahbandar sudah ada di Kabupaten Lingga.”Koq bisa? Kabupaten Lingga ini bukanlah daerah yang baru mengenal dunia pertambangan dan pengangkutan bahan tambang. Mestinya, para pengusaha tambang ini sudah memiliki Tersus atau TUKS,” (tir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here