Pelajar dan Mahasiswa Kepri Ditantang Jadi Pebisnis Muda

0
207
KADISPORA Kepri Maifrizon menjabat tangan peserta Diklat, usai penutupan. Dihadiri Dwi Agus Susilo dan Yeny Trisia Isabella, di Hotel Aston, Jumat (29/11) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sebanyak 150 orang pelajar dan mahasiswa (pemuda) Kepri ditantang untuk menjadi seorang pengusaha muda (pebisnis), sejak masa bangku sekolah maupun kuliah. Tantangan itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kepri Maifrizon, ketika menutup Diklat pemberdayaan pemuda di Hotel Aston Tanjungpinang, Jumat (29/11).

Pendidikan dan pelatihan (Diklat) untuk meningkatkan kualitas SDM pemuda di bidang teknologi informasi ini, digelar Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PP-PON) Kemenpora RI, selama tiga hari. Dalam kegiatan ini, pelajar SMA dan mahasiswa diberikan pelatihan berbisnis dengan menggunakan fasilitas digital.

Maifrizon mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan, agar pemuda Kepri berubah, dari tidak tahu menjadi tahu. Terutama untuk menjadi pebisnis yang andal dan berhasil, pada masa era digital sekarang. Semua materi pendidikan dan pelatihan sudah diberikan. Pemuda Kepri harus menjadi start-up sebagai penggerak usaha.

”Sekarang, 150 pelajar dan mahasiswa yang sudah ikut Diklat, kami tantang menjadi pebisnis yang mampu memanfaatkan teknologi informasi. Bagi yang mampu, akan kami bantu dan diberi pendampingan lebih lanjut,” tegas Maifrizon.

Kabid Penyelenggaraan Pemuda Kemenpora RI DR Dwi Agus Susilo selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan, selama Diklat, peserta diberikan materi pengetahuan bisnis berbasis digital. Mulai dari menentukan ide, pembuatan konsep dari ide, menghasilkan produk, pembuatan aplikasi, pemasaran dengan teknologi informasi, sampai dengan pembuatan logo produk.

Bahkan, dalam pelatihan ini didatangkan pengusaha muda Utari yang masih berusia 25 tahun, tapi sudah menjadi pengusaha muda di bidang perikanan.

”Potensi perikanan dan beberapa bidang lain, di Kepri ini sangat besar. Tinggal bagaimana dikelola dan dijadikan sumber bisnis bagi pemuda Kepri,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ira dan Robby Syaputra perwakilan dari peserta merasa bangga dan beruntung setelah menjalani Diklat pemberdayaan pemuda ini, selama tiga hari. Diklat ini membuka pikiran baru, bagi kalangan pemuda.

”Hidup ini bisa menciptakan lapangan kerja, dan punya gebrakan. Karena, Diklat ini memberikan materi yang sangat detail untuk memotivasi kami menjadi pengusaha,” kata Ira.

Penutupan Diklat turut dihadiri Kabid Kepemudaan Dispora Kepri Yeny Trisia Isabella, staf pegawai PP-PON Kemenpora RI dan sejumlah pihak terkait. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here