Pelajar Kepri Juara 2 Nasional

0
96
Siswa salah satu SMA saat Ujian Nasional beberapa waktu lalu. f-istimewa

Ujian Nasional Sekolah Menengah Kejuruan

TANJUNGPINANG – Pelaksaan Ujian Nasional Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dilakukan serentak pada Mei lalu mengukir prestasi yang gemilang untuk dunia pendidikan Provinsi Kepri di kancah nasional. Ya, tahun ini Kepri berhasil meraih peringkat ke dua setelah Yogyakarta dan meninggalkan DKI Jakarta di posisi ke tiga.

Berdasarkan data yang dihimpun koran Tanjungpinang Pos, hasil perolehan Ujian Nasional SMK 2019 DI Jogjakarta 55,33 persen, Provinsi Kepri 51,42 persen, DKI Jakarta 51,72 persen, Jawa Tengah 50,90 persen, Bangka Belitung 50.00 persen, Bali 59,55 persen, Jawa Timur 48,55 persen, Kalimantan Selatan 47.39 persen, Kalimantan Timur 47.32 persen, Sumatera Barat 46.93 dan Riau 46.23 persen dan Jawa Barat 45.84 persen.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pendidikan Kepri M Dali menuturkan keberhasilan ini adalah kerja keras dan motivasi siswa UN dengan UNBK, sehingga peserta didik, guru-guru dan kepala sekolah semua bersemangat.

“Akumulasi semangat itulah yang mengantarkan keberhasilan seperti sekarang ini,” kata Dali usai menggelar rapat koordinasi di Kota Batam, kemarin

Mantan Kabid SMK Disdik Kepri itu menceritakan, capaian prestasi ini mampu membhuktikan Kepri bersaing di mata nasional, walaupun pada saat pelaksanaan ujian nasional masih ada yang menggunakan sistim UNKP yakni ujian nasional berbasis kertas dan pensil dan UNBK yaitu ujian nasional berbasis komputer.

“Tapi hampir sebagian sekolah SMK sudah berbasis komputer,” ujar Dali.

Penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer memiliki keunggulan dibanding Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil. Sistem UNBK ini dapat meminimalisir tertukarnya soal, dan ketidakjelasan hasil cetak soal. Selain itu, UNBK tidak memiliki kerumitan pengumpulan lembar jawaban ujian nasional (LJUN).

Terkait capaian tersebut, pihaknya sangat apresiasi semangat dan dedikasi pemerintah dan tenaga pendidik dan kependidikan. Pestasi tersebut muncul di saat pemerintah provinsi Kepri mulai memberikan perhatian pada sekolah-sekolah kejuruan yang selama ini kurang mendapat perhatian serius.

“Ini saatnya kita buktikan, bahwa kita bisa,”ujar Dali.

Di kesempatan berbeda, Ketua PGRI Kepri Dadang AZ juga mengapresiasi prestasi Kepri di kancah nasional, prestasi yang cukup luar biasa, karena sudah mengalahkan Ibukota yang sudah lebih maju dari Kepri.

Dadang tentunya, sangat menghimbau agar Disdik Kepri dan Pemerintah Kabupaten/Kota tetap bersinergi dan berkolaborasi dalam mengawasi para peserta didik saat. Hal ini terkait, dengan perayaan kelulusan yang rencananya serentak di umumkan 13 Mei atau Senin mendatang.

Ketua PGRI Kepri itu, saat emnjabat sebagai Kadisdik Tanjungpinang sempat memberikan peringatan keras untuk peserta didik di wilayah Tanjungpinang yang sangat berlebih-lebihan merayakan kelulusan. “Jangan sampai prestasi ini, di warnai dengan konvoi serta melakukan aktivitas yang tidak mencerminkan pendidikan karakter.

“Mewakili jajaran PGRI, saya mengajak kepada pihak Dinas pendidikan, orangtua serta sekolah, bersinergilah menjaga anak-anak kita, apalagi saat ini momen bulan suci Ramadan,” terangnya.

Dalam data Disdik Kepri, sejak tahun ajaran 2016/2017 ada 89 SMK di Kepri dengan 8.018 siswa yang mengikuti UN.

Pada tahun ajaran 2017/2018 ada 90 SMK dengan 8.998 siswa yang mengikuti UN. Pada tahun ajaran 2018/2019 ada 96 SMK dengan 9.180 siswa yang mengikuti UN. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here