Pelajar Mulai Terserang HIV/AIDS

0
252
Dinas Kesehatan Tanjungpinang saat menggelar penyuluhan tentang penyakit HIV AIDS kepada pelajar Tanjungpinang. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Majunya perkembangan teknologi saat ini memudahkan setiap orang untuk mengakses informasi dan apliaksi dari luar. Perkembangannya sangat masif. Dampaknya, pergaulan anak muda menjadi agak kebarat-baratan. Ditambah geografis Tanjungpinang dekat dengan beberapa negara tetangga hingga budaya luar semakin mudah masuk. Parahnya, ada yang sampai menerobos norma budaya ketimuran yang selalu dijaga para pendahulu. Seks bebas salah satunya. Fenomena tersebut tak lagi menjadi hal yang tabu bagi anak muda zaman sekarang. Kebiasaan itu praktis membuat penyebaran virus HIV/AIDS semakin menjadi di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

Sesuai data dari Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, total kasus HIV/AIDS baru selama tahun 2017 sebanyak 128 kasus. Jumlah tersebut turun dibanding kasus HIV/ AIDS tahun 2016 sebanyak 163 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan selama 2018, Dinkes akan memperkuat upaya pencegahan penularan HIV/AIDS pada kelompok remaja.

”Tahun ini kita akan lakukan pencegahan dan merespons adanya penularan HIV pada kelompok usia 15-24 tahun pada tahun 2017 yang mencapai 11 persen. Diantaranya dari usia 15 tahun 1 orang dan 16 tahun 1 orang di Tanjungpinang,” kata Rustam, kemarin.

Masih kata Rustam, persentase tertinggi kasus Hiv / AIDS dari kelompok usia produktif 25-49 tahun yaitu 77 persen, kelompok usia lebih dari 50 tahun sebanyak 8 persen, kelompok usia 5-14 tahun sebanyak 1 persen dan kelompok usia kurang dari 5 tahun sebanyak 3 persen.

Adanya penularan HIV / AIDS pada kelompok usia remaja ini menurut Rustam sangat memprihatinkan karena para remaja membutuhkan kondisi kesehatan yang prima untuk dapat tumbuh dan berkembang mengoptimalkan potensinya di berbagai bidang kehidupan. ”Untuk itu upaya upaya untuk mencegah terjadi nya penularan HIV/ AIDS pada kelompok remaja ini perlu lebih ditingkatkan,” tegasnya.

Salah satunya, sambung Rustam adalah melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran para remaja terhadap bahaya HIV/AIDS dan cara menghindarinya. Umumnya, penularan penyakit HIV dan AIDS karena lewat hubungan seks dan narkoba. ”PR bagi kita semua dan mengajak masyarakat untuk sama-sama mengajak anggota keluarga agar tidak terjangkit penyakit HIV-AIDS,” harapnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here