Pelaku Ekonomi Kreatif Mesti Dapat Dukungan Modal

0
425
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong lahirnya developer lokal di ajang Bequ Developer Day BDD Batam, Sabtu (24/3) f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang merupakan badan non kementerin di bawah Presiden RI, berjanji akan memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif, mendapatkan modal. Selain itu, ekonomi kreatif di Batam dan Kepri, akan dibantu bimbingan, teknis dan supervisi atas pelaksanaan ekonomi kreatif, hingga mendapat hak kekayaan intelektual (HaKI).

Bekraf mempertemukan para expert di industri kreatif digital dengan para developer dari Batam dan Tanjungpinang, Sabtu (25/3) di Batam. Menurut sekretaris Utama Bekraf, Mesdin K Simarmata, industri aplikasi dan game yang berkembang cukup pesat, memberikan dampak positif di bidang ekonomi dan sosial budaya. Sehingga ada kebutuhan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas developer aplikasi dan game tersebut.

”Kita akan membantu memfasilitasi pelaku usaha kreatif untuk mendapatkan modal. Sekaligus kita bantu memfasilitasi mendaftarkan produknya mendapat HaKI,” katanya.

Dia mengimbau kepada pelaku usaha ekraf di Kepri, khususnya Batam, untuk segera mendaftarkan HaKI atas produk kreatifitasnya. Dari Bekraf siap memberikan bantuan dana untuk itu. Saat ini lebih kurang ada 1.900-an produk ekraf yang difasilitasi Bekraf untuk didaftarkan HaKI-nya.

Menurutya, untuk mendapat bantuan dana dari Bekraf, pelaku usaha kreatif gampang. Tinggal buka website Bekraf. Klik tulisan Satu Pintu yang berada di pojok laman. Dari situ ada petunjuk tata cara mengusulkan proposal untuk mendapatkan bantuan dari Bekraf.

”Kalau mau usul dapat bantuan dari Bekraf. Tinggal masuk ke website Bekraf. Tapi mesti komunitas ya, tak bisa individu,” katanya.

Disampaikan Mesdin, salah satu tujuan Bekraf dibentuk, yakni untuk mempersiapkan bangsa menyongsong perekonomian yang semakin berbasis kreativitas. Jika zaman dahulu bangsa Indonesia lebih mengandalkan komoditi pertanian dan pertambangan, kemudian beralih ke industri. Sekarang dari industri mulai beralih ke ekraf.

”Ekraf ini barang dan jasa yang yang dihasilkan lewat proses kreatif supaya tak ketinggalan. Semua negara sudah bergerak ke situ (ekraf). Kalau kita bisa, kita akan unggul,” kata Mesdin.

Apalagi jika dilihat dari sisi keragaman budaya yang masuk kategori pengembangan ekraf, menurutnya Indonesia paling kaya. Di sisi lain, pendidikan di Indonesia juga meningkat seiring banyaknya perguruan tinggi yang ada. Termasuk juga dari sisi bonus demografis. Indonesia memiliki usia kerja yang terbilang banyak dibandingkan negara lainnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here