Pelaku Pungli ’Pelicin Kapal’ Tak Ditahan

0
774
PUNGLI: Tiga pegawai KSOP Tanjungpinang diamankan atas kasus pungli. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Tiga tersangka dugaan kasus pungutan liar (pungli) ‘pelicin kapal’ di keberangkatan kapal antarpulau di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang yang dilakukan pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang tidak ditahan Polres Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro mengatakan, tidak ditahannya ketiga tersangka oknum KSOP dikarenakan ancaman di bawah lima tahun penjara. Selain itu karena adanya jaminan dari pihak kantor.

”Ketiga tersangka dikenakan dengan ancaman hukuman tiga tahun,” katanya, Jumat (5/5).

Di samping itu, ketiganya juga masih berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga kecil kemungkinan untuk melarikan diri, maupun melakukan perbuatan lainnya.

”Yang jelas proses perkara ketiga tersangka tersebut terus lanjut. Di samping itu, barang bukti yang kita dapati juga dinilai sudah cukup. Apalagi status ketiganya masih seorang pegawai di KSOP,” ungkapnya.

Joko menyebutkan, saat ini pihaknya sedang memfokuskan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi yakni para agen kapal yang memberikan uang kepada petugas piket di pelabuhan.

”Dari para saksi agen kapal ini, apakah berkembang lebih jauh apakah tetap sampai tiga orang tersangka ini,” jelasnya.

Selain para tersangka, polisi juga memeriksa regu petugas piket di pelabuhan. Kapolres menjelaskan, ada tujuh orang regu piket di pelabuhan, tiga orang sudah ditetapkan tersangka, empat orang lagi masih diperiksa untuk dimintai keterangan.

Apakah empat orang petugas piket ini menjadi tersangka, Kapolres menuturkan, pihaknya harus mempunyai barang bukti terlebih dahulu apakah mereka ikut terlibat dalam mengambil uang tersebut.

”Kita mencari barang bukti seperti rekapan, kita memerlukan barang bukti selain itu juga dari keterangan para saksi,” bebernya.

Ditanya tentang apakah kepala Syahbandar Tanjungpinang sebagai atasan ketiga tersangka tersebut ikut diperiksa sebagai saksi, Joko belum bisa memastikan dengan alasanya pihaknya masih fokus terhadap pemeriksaan ketiga tersangka dan saksi lain yang didapati sebelumnya.

”Kita fokus dulu pemeriksaan terhadap ketiga tersangka ini dulu. Setelah itu, baru dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Herbet Simamora, (34), pegawai KSOP Tanjungpinang, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polres Tanjungpinang, usai menerima uang dari agen kapal Sabuk Nusantara 59, Senin (1/5). Dari hasil pemeriksaan, polisi pun akhirnya menetapkan tiga orang tersangka yakni Sutoyo, 42, Eri Priawan, 27, dan Herbet Simamora.

Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu mempunyai peran masing-masing. Sutoyo berperan merekap uang yang diterima dari agen kapal atas penerbitan Surat Izin Berlayar (SIB). Sedangkan Herbet dan Eri, bertugas mengecek kapal dan penumpang.

Modus pungli yang dilakukan para tersangka yakni mengecek kapal yang hendak berangkat. Jika ditemukan adanya kelebihan penumpang dan barang muatan, mereka meminta uang pelicin. Jika operator kapal tidak memberikan, maka ke depannya kapal yang hendak berangkat melalui Pelabuhan Domestik SBP akan dipersulit.

Dari OTT tersebut, pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti cukup banyak. Diantaranya buku rekening atas nama Sutoyo, rekapan data uang yang diterima dari agen kapal, lima lembar amplop kosong berwarna cokelat yang bertuliskan jumlah uang yang diduga setoran bulanan dan satu buku merek Bintang Obor.

Sedangkan uang yang disita yakni setoran dari agen kapal Sabuk Nusantara Rp 500 ribu, dari agen kapal VOC Batavia Rp 400 ribu, dari Superjet Rp 450 ribu, Seven Star Rp 300 ribu, dari agen tiket MV Marina Rp 200 ribu dan hasil pemeriksa kapal Rp 400 ribu. Dengan total uang yang disita Rp 2,6 juta.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf (e) undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. (cr27)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here