Pelanggan Listrik Prabayar di Kepri, 57 Persen

0
1017
GM Kantor Wilayah PLN Riau-Kepri M Irwansyah Putra didampingi Manager ADM dan Umum Dwi Suryo Abdullah dan Manager Area Tanjungpinang Fauzan meresmikan gardu pembangkit listrik di Pulau Bintan Djaya, Selasa (9/1) di Bintan.F-yusfreyendi/tanjungpinang pos

BINTAN – General Manager SDM dan Organisasi PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) M Irwansyah Putra menyampaikan, pada awal tahun 2018 ini, jumlah pelanggan PLN yang telah mengunakan alat catat energi listrik berjenis prabayar atau token di wilayah Kepri mencapai 57 persen. Persentase ini setara dengan 136.591 pelanggan.

”Dengan demikian, masih terdapat 102.697 pelanggan di Kepri yang belum menggunakan listrik prabayar (token) ini,” kata Irwansyah, di sela peresmian pelayanan pelanggan premium kepada empat perusahaan industri, di PT Pulau Bintan Djaya, Selasa (9/1) baru-baru ini.

Irwansyah menyampaikan, animo pelanggan di Kepri untuk mengganti meteran listrik pascabayar menjadi prabayar atau listrik pintar ini cukup tinggi.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, BI Tanam Cabai di Sekolah

Itu bisa dilihat, telah melebihi separuh dari pelanggan di Kepri, yang menggunakan listrik prabayar. Pada awal tahun 2017 lalu, pengguna Listrik prabayar masih 48 persen, atau setara dengan 109.233 pelanggan.

Contohnya pelanggan PLN yang berada di Rayon Belakang Padang (Batam) hampir 100 persen, area Tanjungpinang sudah sekitar 5.398 pelanggan menggunakan listrik prabayar.

Dari kenaikan persentase ini membuktikan bahwa pelanggan ingin mengendalikan pemakaian listrik setiap bulannya, dan sangat praktis jika dana mencukupi untuk membeli token, dalam jumlah banyak.

Baca Juga :  Beras Mulai Langka di Natuna

Sehingga ketika beli sekali, pemakaian bisa sampai dua bulan lebih, baru membeli token kembali. Dengan listrik prabayar ini, pelanggan mampu mengendalikan pemakaian kebutuhan listrik di rumahnya, dengan cara mematikan saklar atau TV bila tidak diperlukan.

Pelanggan dapat mengetahui secara persis, dan real time penggunaan listrik di rumah setiap saat, dan kapan saja. Pelanggan dapat mengoptimalkan konsumsi listrik, dengan mengatur sendiri jadwal dan jumlah pembelian listrik.

”Pelanggan listrik prabayar dapat menambah persediaan kilo Watt hour (kWh) berapa saja, dan kapan saja. Ya, sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Ini keuntungan menggunakan listrik prabayar atau token,” ujar Irwansyah.

Baca Juga :  DBH Kepri Dihitung Luas Laut

”Listrik prabayar memungkinkan pelanggan untuk mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuan,” sambungnya.

Keinginan pelanggan untuk beralih ke listrik prabayar akan berdampak positif, untuk Pendapatan Asli Daerah. Karena, tidak ada tunggakan pembayaran rekening.

Sehingga setoran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sesuai Perda masing-masing kabupaten/kota. Semakin besar, pelanggan tidak didatangi petugas setiap bulan. Namun, petugas PLN akan mendatangi setiap tiga bulan, guna mengetahui kondisi meteran listrik prabayar. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here