Pelanggaran Lalu Lintas Terpantau CCTV

0
282
kabid Perhubungan darat Dishub Tanjungpinang M Yamin saat menunjukkan aktivitas lalu lintas di wilayah Tanjungpinang, yang terpantau kamera CCTV. F-SUHARDI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Persimpangan di Kota Tanjungpinang kini diawasi langsung oleh kamera Closed Circuit Television(CCTv) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang. Perangkat Area Traffic Control Syste (ATCS) bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut, sudah terpasang.

Dua alat pemantau kendaraan roda dua dan empat sudah terpasang di simpang Kota Piring Batu 6 dan simpang Tugu Adipura Batu 7 Tanjungpinang. Alat ATCS ini berfungsi sebagai pengendalian lalu lintas dengan menyelaraskan waktu lampu merah Pelanggaran Lalu Lintas Terpantau ATCS pada jaringan di jalan raya. Melalui alat tersebut, aktivitas pelanggaran lalu lintas di Tanjungpinang setiap hari terpantau kamera CCTv, lewat balik layar yang saat ini berada di kantor Dinas Perhubungan Tanjungpinang.

Sementara di beberapa titik atau persimpangan lainnya. Seperti simpang Batu 10, simpang Jalan Merdeka, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pramuka, jalan arah Tangjunguban, jalan Hangtuah hanya terpasang CCTv setiap hari ini. Alat ini tidak sama dengan ATCS, yang setiap ada pelanggaran langsung bisa diimbau petugas yang berjaga setiap hari mengamati aktivitas jalan raya.

Bahkan petugas ATCS bisa menegur para pengendara yang melanggar memakai ”suara pengeras” tapi orangnya tidak kelihatan. Ditemui di kantor Dishub Tanjungpinang Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat M Yamin menyampaikan, hampir setiap hari petugas nya yang sudah memahami alat kontrol ATCS dan CCTV, sudah bertugas sejak pukul 06.30 WIB.

Satu hari kata dia, petugas Dishub yang bertugas menjaga alat kontrol lalu lintas ini, terbagi dua kelompok yang terdiri hanya dua orang. Masing-masing ada yang hanya memantau posisi pengendara yang menyalahirambu-rambu lalu lintas, sementara petugas lainnya khusus mengimbau secara langsung, pengguna kendaraan yang terpantau kamera CCTv menyalahi aturan berlalu lintas.

”Ya, sejak ada alat ini sangat terbantu, masyarakat sudah mulai patuh. Karena sehari itu, hampir ratusan pengendara yang terpantau masih banyak yang melanggar lalu lintas. Melalui alat ini, kami imbau langsung, dan mereka sudah banyak yang menuruti,” terang Yamin.

Yamin yang ditemani salah satu operator ATCS, Syujana menambahkan sejak dipasangnya alat ini per November 2018 lalu, banyak pengguna kendaraan yang kaget karena ada petugas yang secara langsung mengimbau, bahwa mereka berada di posisi yang salah, tapi orangnya tidak kelihatan. ”Kadang kami tegur mereka, berhenti di garis zebra cross, bahkan ada juga yang kami tegur, tidak menggunakan helm, serta berhentikan kendaraan di tempat terlarang, yang terpantau kameran CCTv,” terang Syujana.

Sejak ada alat ATCS ini, tidak sedikit juga membantu kerja Polantas di Tanjungpinang ketika, mereka yang sengaja datang hanya ingin melihat pelanggaran di jalan raya. ”Nah sayangnya, saat ini mereka belum bisa menerapkan sistem tilang online. Kalau sudah diterapkan, pengguna kendaraan tidak lagi bisa mengelak, karena setiap pelanggaran mereka, terekam kamera CCTv,” jelas Syujana.

Sebelumnya, Kepala Dishud Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto mengatakan alat tersebut berasal dari bantuan Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Provinsi Riau Kepri. Alat ini menghabiskan anggaran Rp3 miliar dari dana APBN 2018. Selain dua simpang tersebu, pihaknya juga sudah mengusulkan ke Kementerian Perhubungan untuk penambahan beberapa titik persimpangan lainnya. Diantaranya, simpang pos Lantas Bintan Centre Batu 9. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here