Pelantar Ambruk, 8 Warga Jatuh ke Laut

0
529
AMBRUK : Delapan orang pejalan kaki terperosok ke laut dikarenakan pelantar di jalan Nusantara, Karimun ambruk pada Minggu (10/9). F-ISTIMEWA

KARIMUN – SETELAH lama tidak diperbaiki, pelantar yang telah berusia tua di Jalan Nusantara Ambruk, Minggu (10/9) sore. Akibatnya, 8 orang pejalan kaki terjatuh ke laut meskipun tidak mengalami luka serius. ”Pelantar ini sudah lama, belasan tahun diperbaiki berdasarkan swadaya warga yang tinggal di pelantar ini. Pelantar ini menjadi jalur utama warga Desa Parit yang hendak ke Pulau Karimun setiap hari,” kata Joni, warga yang melihat kejadian itu.

Kata dia, sudah wajar perbaikan pelantar dilakukan mengingat usianya yang sudah lama. Dari 150 meter pelantar ini, sekitar 50 meter dengan tiang semen selebihnya kayu dan bahan lainnya. Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun memperhatikan nasib pelantar Jalan Nusantara atau Pelantar Gabion. Mengingat, pelantar sebagai jalur atau pintu masuk warga Pulau Parit dan Desa Tulang melalui pelantar ini.

Ada 8 warga yang terperosok ke bawah, ada ibu-ibu yang sudah tua dan masih muda dan pria. Tetapi tidak mengalami luka serius, mereka telah mendapat perawatan pada bagian yang sakit. Dengan kejadian itu, masyarakat berharap Pemkab Karimun membangun sarana pelantar beton agar aman.

”Jangan karena hanya luka ringan, tetapi pembangunan pelantar tak segera dilakukan. Ini berbahaya sekali, dan yang terpenting Pemkab harus segera membangun pelantar yang layak,” ujar Arma, warga Karimun saat di lokasi kejadian.

Menurutnya, beberapa pelantar di Karimun masih berbahan kayu. Kini sebagian kondisi pelantar kayunya telah lapuk. Salah satunya seperti pelantar di Jalan Nusantara ini. Karena pelantar tersebut cukup pada aktivitasnya sehari-hari untuk warga yang pergi dan pulang ke Pulau Parit.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here