Pelantikan Nesar Ahmad Ditunda Terus

0
675
PARIPURNA: Ketua BK Nesar Ahmad (baju hitam) bersama Ketua Komisi I Daeng M Yatir, Wabup H Dalmasri Syam dan Bupati Bintan usai rapat paripurna DPRD Bintan, belum lama ini. f-istimewa

BINTAN – PELANTIKAN Nesar Ahmad sebagai Ketua DPRD Bintan ditunda terus. Setelah diusulkan pada 17 Oktober ini, proses pengambilan sumpah pun terancam ditunda.

Karena, pimpinan DPRD Bintan menganggap, SK Gubernur Kepri nomor 749/2017 tentang peresmian pemberhentian dan pengangkatan Ketua DPRD Bintan sisa masa jabatan 2014-2019, terdapat kesalahan.

Di dalam SK Gubernur Kepri tersebut dijelaskan Lamen Sarihi akan digantikan oleh Nesar Ahmad. Hanya saja, dalam diktum menimbang pada SK Gubernur terdapat kekeliruan pada huruf a dan huruf b, yang menjelaskan tentang lampiran, usulan pergantian jabatan Ketua DPRD Bintan.

Menanggapi kesalahan SK Gubernur Kepri itu, pimpinan DPRD Bintan telah menyurati Gubernur Kepri melalui Biro Pemerintahan Setdaprov Kepri, dengan nomor surat 171.3/DPRD-BINTAN/120 tertanggal 21 Agustus 2017 lalu, untuk meminta penjelasan terhadap kesalahan SK Gubernur Kepri itu. Namun, Gubernur Kepri melalui Biro Pemerintahan Setdaprov Kepri belum memberikan penjelasan.

Justru itu, pimpinan DPRD Kabupaten Bintan belum dapat melaksanakan pengambilan sumpah/janji H Nesar Ahmad sebagai Ketua DPRD Bintan sisa masa jabatan 2014-2019, sampai ada kejelasan dari Pemprov Kepri, guna menghindari dampak hukum yang akan terjadi.

Penjelasan pimpinan DPRD Bintan yang belum dapat melaksanakan pengambilan sumpah jabatan Ketua DPRD sisa masa jabatan itu, dituangkan dalam surat DPRD Kabupaten Bintan, Selasa (3/10) lalu. Surat yang ditujukan kepada Fraksi Golkar tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo.

Sementara, Fiven Sumanti, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Bintan yang diwawancarai mengatakan, pada tanggal 17 Oktober tersebut, sudah dijadwalkan untuk dilakukan Banmus(Badan Musyawarah), untuk melantik Ketua DPRD Bintan yang baru. Sebelumnya, Fraksi Golkar telah mengajukan jadwal pelantik H Nesar Ahmad, tanggal 17 Oktober ini. Usulan itu disampaikan kepada pimpinan DPRD, melalui surat nomor 30/FKG/IX/2017 tertanggal 25 September 2017.

”Itu sudah dijadwalkan, kemungkinan besar akan dilakukan pergantian dan pelantikan saat itu, mudah-mudahan lancar-lancar saja,” kata Fiven, Rabu (4/10) kemarin.

Ia menyebutkan, dengan dilakukan pelantikan Ketua DPRD Bintan tersebut, dipastikan Nesar Ahmad akan memimpin lembaga legislatif tersebut. ”Semuanya kan sudah mengikuti mekanisme yang ada,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Nesar Ahmad juga membenarkan jadwal pelaksanaan Banmus pada tanggal 17 Oktober mendatang tersebut. ”Ya rencananya akan dilaksanakan itu (Banmus). Saat ini saya sudah berkoordinasi dengan beberapa pimpinan partai, untuk pelaksanaan Banmus tersebut,” katanya.

Di lain pihak, Lamen Sarihi menyatakan, pengambilan sumpah atau janji terhadap Nesar Ahmad tidak bisa dilakukan. Pimpinan DPRD Bintan sudah mengeluarkan surat, mengenai hal ini.

”Saya menilai, pimpinan DPRD Bintan wajar mengeluarkan surat, yang intinya tidak dapat melaksanakan pengambilan sumpah atau janji itu. SK gubernur itu kan memang salah secara hukum,” tegas Lamen Sarihi.

Selain belum ada penjelasan terhadap DPRD Bintan, Lamen menyatakan, pengajuan keberatan dirinya terhadap SK Gubernur Kepri yang diserahkan kepada Pemprov Kepri, juga belum ada jawaban dari provinsi. Sesuai UU nomor 30/2014 tentang administrasi pemerintahan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun paling lambat memberikan penjelasan 5 hari, sejak surat keberatan diserahkan. Jika tidak ada jawaban, berarti pemerintah membenarkan apa yang menjadi keberatan dari pihak yang mengajukan.

”Sampai sekarang, kan tidak ada penjelasan dari gubernur. Saya mengajukan keberatan itu sudah lebih dari 5 hari. Begitu juga surat meminta penjelasan dari DPRD Bintan, tidak ada jawaban dari gubernur. Intinya, Nesar Ahmad tak bisa dilantik pada 17 Oktober nanti,” terang Lamen Sarihi, saat menggelar jumpa wartawan, Rabu sore kemarin.(jendaras-yendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here