Pelayan Masyarakat, Harusnya Patuhi Aturan

0
90
Herry Fakhrizal

ANAMBAS – Menjadi abdi negara harus patuh dan taat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan displin dalam menjalankan tugas itu penting.

Dengan begitu, pelanggaran disiplin mengalami penurunan dan setiap pelanggaran pasti ada sanksinya.

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Kepulauan Anambas Herry Fakhrizal ketika ditemui mengatakan, penegakan disiplin itu dilakukan setiap hari terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.

”Mestinya, Satpol PP tidak perlu lagi melakukan penertiban kepada ASN atau PTT yang melanggar kedisiplinan ketika jam kerja masih berada di warung kopi. Sebab aturan itu sudah di tetapkan, kalau sudah menjadi ASN ya harus kerja. Bukannya duduk-duduk di warung kopi,” ungkap Herry Fakhrizal, Rabu (10/10).

Sejauh ini, kata dia, masih diberikan dispensasi terhadap seluruh ASN maupun PTT ketika ada Apel gabungan memperingati hari besar upacara bersama akan diberikan kelonggaran masuk kerja pada pukul 8.20 pagi dan dibolehkan malakukan sarapan di warung kopi.

Selain ada kegiatan seperti itu, para ASN dan PTT wajib mentaati aturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

”Bagi ASN yang melanggar disiplin, maka akan dikenakan sanksi pemotongan anggaran tunjangan kesra sebesar 25 persen dan berdasarkan golongan pula. Sedangkan, untuk PTT di potong sebelum menerima gaji pokoknya. Kalau merasa sebagai pelayanan masyarakat , kenapa harus takut,” sebut dia.

Ia menambahkan, apabila para pegawai tersebut melakukan izin tanpa ada lampiran Surat Perintan Tugas (SPT) atau Tanpa Keterangan (TK) maka mereka akan dikena sangsi pemotongan sebesar 5 persen.

Namun hal itu, sebelumnya harus diproses dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan lalu di tembuskan ke BKPSDM dan surat prosesnya masuk ke Kantor Inspektorat.

”Alhamdulilah setiap bulan ada penurunan terkait pelanggaran disiplin. Ketika ada penegakan disiplin, pelakunya atau oknumnya tidak ada orang lain dan itu-itu juga orangnya,” kesal Herry.

Ia juga menyampaikan, apabila di waktu jam kerja para ASN atau PTT boleh melakukan pemesanan makanan atau minuman di warung kopi tetapi bukan duduk-duduk di warung kopi dan pegawai itu boleh menunggu hanya di kendaraan saja.

Hal itupun ada batas waktunya, tidak lebih dari pukul 8.20 pagi. ”Semua aturan itu dibuat untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar. Mudah-mudahan ke depannya terus terjadi penurunan, terhadap kedisiplinan pegawai yang bekerja di lingkungan Pemkab Anambas,” harapnya. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here