Pelayanan KTP-El Amburadul

0
69
Warga melihat pengumuman yang ditempel oleh pegawai Disdukcapil tentang pelayanan administrasi kependudukan, baru-baru ini. f-andri/tanjungpinang pos

Server Disdukcapil Rusak Lagi

Pelayanan pembuatan KTP Elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang makin amburadul.

TANJUNGPINANG – Selain karena pelayanan administrasi kependudukan dibatasi 70 orang saja per hari, warga yang sudah melakukan perekaman KTP-el, tapi KTP-nya sampai kini tak siap-siap. Ini diperparah lagi dengan rusaknya server KTP-el hingga tidak bisa melakukan perekaman data sama sekali.

”Saya mau merekam KTP-el tapi, kata petugas di Dinas Kependudukan, tidak bisa karena server nya rusak,” kata Wanto, salah satu warga Tanjungpinang yang dijumpai Tanjungpinang Pos di kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Kamis (12/7).

Karena tak ada pelayanan KTP-el, Wanto terpaksa pulang dengan kecewa. ”Pulang dululah, kita belum tahu kapan server bisa hidup lagi,” ucap dia.

Ia berharap agar pelayanan KTP-el di Tanjungpinang cepat dibenahi. Ia malah salut melihat kinerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sangat peduli kepada masyarakat. Ia melihat televisi, Tri Rismaharini turun langsung ke lokasi perekaman dan membenahi sistem antrean pembuatan KTP-el karena sudah banyak warga antrean panjang.

Ia berharap, Disdukcapil Kota Tanjungpinang segera memperbaiki selver agar warga bisa melakukan perekaman KTP-el di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang. ”Kalau tidak diperbaiki, macam mana kita mau merekam KTP,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, H Irianto membenarkan selver milik Disdukcapil Kota Tanjungpinang sedang rusak. Kerusakan alat yang menyimpan data kependudukan Kota Tanjungpinang ini, sudah yang kedua kalinya.

Kata Irianto, server rusak disaat petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang sedang mengola hingga mengirim data masyarakat ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam keadaan lelet atau lambat. ”Sekitar tanggal 30 Juni sudah mulai lelet,” kata Irianto.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang ini, sudah melaporkan ke Pemprov Kepri melalui Disdukcapil Provinsi Kepri, Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Tanjungpinang, Surjadi hingga ke Walikota Tanjungpinang terpilih, H Syahrul, terkait rusaknya server tersebut.

”Agar beliau (Syahrul, red) tahu langsung, apabila ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di Kantor Disdukcapil,” ucap dia.

Saat ini, katanya, server masih bisa digunakan hingga menyimpan data kependudukan Kota Tanjungpinang. Namun, mereka mengurangi cetak KTP-el milik masyarakat. Disaat server sehat, petugas masih sanggup cetak sekitar 300 KTP-el milik masyarakat per hari.

Dengan kondisi seperti ini, pihaknya hanya bisa cetak sekitar 200 KTP-el. ”Biasanya jadi satu hari. Ini tidak bisa dua sampai tiga hari. Ya, karena kondisi server kita seperti ini. Ya, perlu diganti lah,” tegas dia.

Ia berharap, masyarakat untuk memaklumi kondisi server milik Disdukcapil Kota Tanjungpinang tidak bisa lagi dipaksa. Apabila dipaksa, bakal berakibat fatal dan bisa rusak total. ”Bakal tidak bisa beroperasi sama sekali nanti, kalau kita paksakan. Ini yang kita khwatirkan,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here