Pelayanan Pelabuhan Amburadul

0
740
ANTRE TEMPAT DUDUK: Penumpang tujuan Anamas saat berada di ruang tunggu Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang. F-IST/HUMAS KADIN TANJUNGPINANG

Penumpang Berebut Tempat Duduk

Pelayanan PT Pelindo Tanjungpinang di Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang semrawut. Penumpang diperlakukan bagai pengungsi. Penumpang harus berdesak-desakan berebut tempat duduk di ruang tunggu. Tidak banyak pilihan,  calon penumpang terpaksa harus menerima apa adanya yang disuguhkan oleh otoritas di pelabuhan.

Tanjungpinang – Hal ini diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto, kemarin. ”Sungguh sangat memprihatinkan kondisi pelabuhan Sri Bintanpura yang menjanjikan pemandangan pada setiap kali pemberangkatan kapal feri. Terutama tujuan Anambas di pagi hari yang jauh dari pantaun petugas yang berwenang,” kata Bobby Jayanto, kemarin.

Kata dia, masyarakat atau penumbang yang berpergian ke pulau tidak pernah diatur seperti lazimnya penumpang feri menuju kota yang ada di Provinsi Kepri. Penumpang tujuan Anambas yang diperlakukan tidak manusiawi.

Masyarakat Anambas yang berpergian harus menunggu keberangkatan feri di ruang tunggu yang sempit dan panas karena udara tidak adanya sirkulasi udara yang baik. Penumpang harus menungu proses oleh Syabandar dan untuk mendapatkan izin berlayar dikarenakan menungu petugas yang datang ke pelabuhan terlambat dan sebagainya.

Baca Juga :  274 Santri Diwisuda dan Khataman Quran

Padahal sistem pelayanan birokrasi di zaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru memberikan penekanan agar pelayanan yang prima bukan lagi seperti pelayanan yang diberikan Pelindo di Pelabuhan Sribintan Pura.

Sehingga pada saat boarding semua penumpang berdesakan untuk masuk ke dalam feri berebut mencari tempat duduk. Tidak seperti lazimnya feri penumpang cukup menunjukan tiket sudah terjamin tempat duduknya.

Hal ini sangat disayangkan otoritas pelabuhan tidak pernah memikirkan untuk meningkatkan pelayanan yang baik untuk penumpang. Kondisi ini sudah berlangsung lama. Ironisnya penumpang tujuan Anambas seperti zaman pengungsian Vietnam dulu. Penumpang tidak banyak pilihan terpaksa harus menerima apa adaanya yang disuguhkan oleh otoritas di pelabuhan.

Baca Juga :  Penataan Teluk Keriting Tak Pakai Reklamasi

”Seharusnya pihak Pelindo turut bertangung jawab atas pelayanan dan kenyamanan yang ada di pelabuhan. Kita mengerti pelindo dalam hal ini sedang membangun fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan di pelabuhan. Sangat disayangkan dalam kondisi pembangunan yang masih belum siap pihak Pelindo ingat menaikan tarif yang mendapatkan penolakan banyak dari masyrakat,” tegasnya.

Namun, meskipun pelayanan belum maksimal, pelabuhan semberaut namun nampaknya Pelindo tetap dengan sikapnya yang arogan memberlakukan tarif baru tanggal 1 Juni ini.  Karena per 1 Juni PT Pelindo I Tanjungpinang, tetap ngotot menaikan pas pelabuhan internasional dari Rp 13 Ribu jadi Rp 55 Ribu untuk Warga Negara Asing (WNA) dan Rp 35 Ribu untuk Warga Negara Indonesia (WNI).

Sudah banyak masukan yang disampaikan berbagai pihak untuk menunda kenaikan pas pelabuhan sampai fasilitas sudah terbangun dengan baik dan dapat dinikmati oleh masyarakat tidak seperti saat ini lahan parkir aja sulit kendaraan yang keluar masuk juga kesulitan.

Baca Juga :  Pemko Bagikan 46 Paket Sembako

”Kami dari berbagai kalangan tidak punya banyak pilihan seandainya tarif baru tetap diberlakukan terpaksa kami akan lakukan class action menguji kelayakan fasilitas. Dan sarana dengan harga yang di patok oleh Pelindo bekerjasama dengan BUMD Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Ia minta dinas terkait, baik DPRD Kota Tanjungpinang dan DPRD Provisinsi Kepri, turun langsung ke pelabuhan, apaka layak pas pelabuhan naik dengan kondisi pelabuhan seperti ini. Masyarakat pasti tidak menolak kenaikan pas pelabuhan, bila pelayanan baik. Dan, pembangunan pelabuhan selesai.

”Pak Gubernur Kepri H Nurdin Basirun kita minta turun tangan. Banyak penolakan tapi Pelindo tetap ngotot untuk menaikan pas,” tegasnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here