Pelayanan RSUD Tanjungpinang Masih Parah

0
182
Warga antre di ruang pendaftaran RSUD Tanjungpinang. F-dok/tanjungpinang pos
Pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang masih dikeluhkan pasien.

TANJUNGPINANG – Meskipun, RSUD tersebut sudah berkali-kali di kunjungi oleh Walikota dan Wakil Walikota Tanjugnpinang H Syahrul-Hj Rahma. Sidak Wako-Wawako dengan harapan ada perubahan pelayanan, namun hingga kemarin pelayanan semakin parah.

Pasien masih harus antre tiga kali. Pertama, pasien harus antre di ruang pendaftaran bagian depan. Setelah itu, satu per satu dari mereka menuju poli yang dituju. Di sini mereka juga menunggu dan antre sesuai nomor dari pendaftaran.

Ketiga, pasien harus mengantre saat mengambil obat. Jika beruntung pasien bisa pulang pukul 12.00 WIB namun tak jarang diantara mereka pulang ke rumah sore yaitu pukul 16.00 WIB. Hal-hal yang menyusahkan seperti ini sudah beberapa kali disoroti Wawako Tanjungpinang Hj Rahma. Tapi belum bisa juga membuat pasien lebih nyaman.

Meski sudah enam bulan memimpin, masa tunggu pelayanan di rumah sakit milik pemerintah tersebut belum berubah signifikan.

Alasan mendasarnya karena kehadiran beberapa dokter spesialis yang tidak sesuai jadwal. Pasien dan keluarga hanya bisa pasrah menunggu dokter.

Pantauan Tanjungpinang Pos, Selasa (9/4) di rumah sakit itu, mulai pukul 07.30 WIB, ratusan pasien sudah mulai sibuk mengambil antrean dan mendaftar ulang bagi yang sudah mendaftar secara daring atau online.

Salah satu pasien penyakit dalam yang enggan namanya disebutkan mengatakan, bila sudah ke rumah sakit, tak jarang harus pulang ke rumah hingga sore hari karena lamanya proses yang wajib dijalani di rumah sakit itu.

”Dokter suka lama datang, kalau kita berkeluh salah pula,” ucapnya sembari meminta namanya tak disebutkan dengan alasan khawatir mempengaruhi pelayanan baginya sebab rutin berobat setiap bulan.

Ia juga menyebutkan masih lebih baik pelayanan di RSUP. Meski pasien BPJS Kesehatan namun terlayani dengan baik. Tentu karena dokternya lebih ontime.

Hal ini diketahui, karena ia pun lama menjalani perobatan di rumah sakit itu, sebelum sistem berjenjang diterapkan.

Menurutnya, bila berobat harus memakan waktu seharian maka tidak bisa efektif melaksanakan pekerjaan lainnya.

”Saya sendiri pergi berobat, jika ditemani anak-anak tidak bisa karena bekerja. Menunggu pelayanan selesai bisa sampai sore,” ucapnya.

Ia pun meminta kepada kepala daerah agar bisa memastikan pelayanan di rumah sakit itu jangan membosankan dan keluarga pasien capek seharian di sana.

Jangan sampai satu tahun kepemimpinan Wako-Wawako tidak ada perubahan sesuai SOP.

Dituturkannya, jarang dokter berada di ruangan sesuai jadwal yaitu pukul 09.00 pagi.

Dokter baru sampai ke poli kisaran pukul 10.00 WIB bahkan lebih. Ia pun menyarankan berbagai fasilitas pendukung juga dibenahi. Mulai dari ruang tunggu, pendingin ruangan serta kondisi poli.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Kota Tanjungpinang, Yunisaf mengaku menerima aduan dari masyarakat. Bahkan mengetahui poli mana yang terlambat memberikan pelayanan.

”Nanti saya komunikasikan kembali,” ucapnya singkat. Persoalan ini sudah sering disampaikan, hanya saja untuk menyelesaikannya menurutnya perlu pembahasan bersama. (DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here