Pelindo Dinilai Langgar Aturan

0
579
Syahrial

TANJUNGPINANG – Informasi terkait kenaikan tarif pas masuk pelabuhan internasional dan domestik Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang mengundang perhatian dari berbagai kalangan, diantaranya anggota Komisi II DPRD Tanjunpinang, Syahrial.

Ia menuturkan, jika PT Pelindo Tanjungpinang selaku pengelola Pelabuhan SBP menaikkan tarif per 1 Juni dinilai melanggar beberapa kententuan atau aturan Permenhub RI.

Diantaranya, menaikkan tarif sebelum melakukan sosialisasi atau informasi kemasyarakat minimal tiga bulan sebelum kenaikan tarif. Kedua, kenaikan tarif hanya bisa dilakukan minimal dua tahun, realitanya PT Pelindo sudah mewancanankan kenaikan tarif jarak satu tahun dari sebelumnya.

Terkecuali ada perjanjian kenaikan bertahap sebelumnya. Untuk hal ini, dipastikannya tidak ada perjanjian tersebut. Anggota Fraksi PDIP Tanjungpinang tersebut menyebutkan, ia secara pribadi bukan menolak kenaikan tarif. Hanya saja harus mengikuti ketentuan.

Baca Juga :  9 November, Hasil Tes CPNS Diumumkan

”Jika PT Pelindo tetap menaikkan tarif pas masuk berarti sudah melanggar aturan Permenhub, maka dapat di PTUN kan. Persoalan ini juga dulu sudah pernah dibahas dalam hearing tahun sebelumnya. Saya harap PT Pelindo bisa bijak mengikuti aturan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (22/5).

Namun ia tetap mengapresiasi pembangunan di kawasan Pelabuhan SBP Tanjungpinang sudah lebih baik. Terlihat dengan pembangunan terminal berbentuk buku. Ditambah fasilitas lainnya. Meski demikian, terkait wancana kenaikan pas masuk pelabuhan tetap harus mengikuti aturan.

Baca Juga :  Ayo, Melancong ke Penyengat!

”Saya sudah lihat maket atau rencana pembangunan di SBP. Nantinya akan bagus memang. Saya juga berharap masyakat sabar menunggu selesai pembangunan. Meski demikian saya juga meminta kepada PT Pelindo jika menaikkan pas tarif mengacu kepada aturan,” paparnya.

Ia juga menyarankan, PT Pelindo menaikkan tarif secara bertahap, karena pelabuhan masih proses pembangunan. Dicontohkannya untuk domestik misalnya, bila tarif maksimalnya Rp 10 ribu maka kenaikkannya berharap bertahap. Dari kini Rp 5 ribu nantinya menjadi Rp 7.500 per orang dulu. Jika pembangunan sudah selesai dan fasilitas diberikan baik, kembali bisa dinaikkan.

Baca Juga :  Yuk, Melancong ke Jembatan Sungai Carang!

Ia mengingatkan, jika PT Pelindo tetap menaikkan tarif, persoalan ini nantinya bisa di laporkan ke pusat. ”Jadi kalau tetap menaikkan bisa saja anggota DPRD Tanjungpinang melaporkan hal ini ke yang lebih tinggi, yaitu Menteri Perhubungan karena melanggar ketentuan,” ungkapnya.

Terkait Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza yang mendukung wacana kenaikan, menurutnya tidak tepat. ”Mungkin Pak Raja Ariza belum tahu aturan tersebut. Jika tahu pasti juga mengacu pada aturan,” ungkapnya. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here