Pelindo Pantau Semua Kapal di Kepri

0
978
BERSANDAR: Kapal-kapal tanker saat mengisi muatan di Pelabuhan Kijang, belum lama ini. Pihak PT Pelindo I mengklaim mampu memantau semua kapal yang keluar masuk perairan Kepri. f-martunas/tanjungpinang pos

Kerja Sama Pengelolaan Lego Jangkar

PT Pelindo merupakan salah satu Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang paling siap dalam kerja sama pengelolaan lego jangkar di Kepri.

TANJUNGPINANG – Pelindo sendiri sudah memiliki pengalaman di bidang pengelolaan labuh jangkar ini serta peralatannya juga sudah lengkap. GM PT Pelindo I Tanjungpinang, I Wayan Suryawan mengatakan, mereka memiliki alat serta radar yang mampu memantau kapal-kapal di seluruh perairan Kepri.

”Jangankan 12 mil, seluruh Kepri bisa kita jangkau termasuk sampai Malaysia dan Singapura. Kita punya alatnya dan ini pekerjaan kita dulu sebelum pengelolaan lego jangkar diambil alih Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, kemarin.

Pengalaman mereka juga sudah cukup lama dalam pengelolaan lego jangkar. Namun, jika kerja sama dengan Pemprov Kepri nanti, mereka bukan sebagai penerima pajak labuh kapal.

”Tapi kita lebih kepada pemantauan kapal yang keluar masuk terutama di titik-titik lego jangkar yang dikelola provinsi,” tambahnya.

Dengan alat mereka, akan ketahuan berapa jumlah kapal yang masuk ke titik lego jangkar dan berapa yang keluar. Pengawasan kapal-kapal pun sangat ketat dan akurat. I Wayan mengatakan, pihaknya belum duduk dengan Pemprov Kepri soal rencana kerja sama itu.

”Tapi kita dukung. Kalau kita diajak kerja sama, kita sudah sangat siap,” tambahnya.

Saat ini, sebagian titik lego jangkar di Kepri terutama yang di daerah Rempang, Galang dan Galang Baru Batam sudah dikelola Pemprov Kepri.

Sudah dikirim dua petugas ke lapangan untuk koordinasi dengan agen pengelola lego jangkar selama ini. Namun, karena keterbatasan alat, pihak Pemprov tak bisa memastikan berapa kapal yang sedang parkir di area mereka. Pemprov hanya menerima laporan dari agen ada sekitar 40 unit kapal yang sedang parkir dan dua kapal sudah bayar pajak.

Namun, karena tidak punya alat pemantau, pemprov hanya menerima data itu tanpa melihat kondisi langsung di lapangan. Tapi, dengan alat yang dimiliki Pelindo, semua kapal yang berada di titik lego jangkar yang 12 mil laut bisa dipantau nanti.

Karena itu, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun melalui Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Kolonel Jamhur Ismail mengatakan, salah satu pihak yang akan digandeng Pemprov Kepri untuk mengelola lego jangkar nanti adalah Pelindo. Ia mengatakan, Pelindo memang memiliki pengalaman di bidang pengelolaan labuh jangkar karena itulah sudah bagian dari pekerjaan mereka selaku BUP.

Sedangkan Syahbandar yang berada di bawah Kementerian Perhubungan bukanlah penerima uang dari lego jangkar, namun mereka lebih pada mengurusi izin berlayar kapal dan keselamatan serta kelayakan kapal.

Pengelolaan lego jangkar di 12 mil laut di Kepri jatuh ke Pemprov Kepri dan nanti akan ditangani Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). PT Pelabuhan Kepri merupakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik pemprov dan salah satu BUMD milik Pemprov Kepri saat ini.

PT Pelabuhan Kepri ini sudah disahkan perdanya tiga tahun silam. Namun sampai saat ini belum dioperasikan. Pengelolaan lego jangkar merupakan bisnis perdana yang dijalankan nanti.

BUP inilah ke depan yang bekerja di lapangan kerja sama dengan instansi lain, salah satunya PT Pelindo, agen-agen pengelola lego jangkar termasuk BUP kabupaten/kota hingga aparat keamanan.

Pertemuan dengan beberapa instansi yang direncanakan jadi mitra bisnis BUP Kepri belum dilakukan lantaran Pergub tentang lego jangkar ini belum diteken gubernur.

Pergub ini juga yang membuat Pemprov Kepri belum bisa menerima pembayaran uang lego jangkar April. Sudah ada dua kapal yang bayar. Namun uangnya masih dipegang agen pengelola lego jangkar dan belum masuk kas Pemprov Kepri.

Jika Pergub ini sudah selesai, maka uang tersebut sudah bisa disetor ke kas daerah.
Pergub ini menjadi payung hukum dalam pengelolaan lego jangkar. Draf Pergub ini sudah dibuat. Namun gubernur meminta agar Pergub ini dilengkapi dengan titik lego jangkar yang baru sesuai hasil penataan di laut.

Rencananya, akan dilakukan penataan titik lego jangkar di 12 laut di Kepri. Penataan ini untuk memastikan, semua titik lego jangkar tidak membahayakan pipa pas bawah laut, kabel listrik, kabel jaringan internet termasuk rumput laut dan terumbu karang.
Gubernur tak ingin titik lego jangkar yang justru bisa merusak semua aset negara itu. Karena itulah, Pergub tersebut belum ditekennya.

GM PT Pelindo I Tanjungpinang, I Wayan Suryawan mengatakan, dirinya memang sudah mendengar wacana pengelolaan lego jangkar di Kepri akan jatuh ke tangan Pemprov Kepri untuk jarak 12 mil.

Jika Pemprov Kepri menggandeng Pelindo, maka mereka sudah sangat siap. Apalagi, kantor mereka berada di lima kabupaten/kota di Kepri. Pelindo ada di Tanjungpinang dan Bintan, Batam, Karimun serta Natuna. Tinggal Anambas dan Lingga yang belum ada Pelindo.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here